SBY Ungkap Tekanan Psikologis dan Kensunyian di Kapal Selam

us
SBY Ungkap  Tekanan Psikologis dan Kensunyian  di Kapal Selam
dok TNI AL

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan rasa duka atas gugurnya 53 ABK kapal selam Nanggala-402. Mealui akun twitter @SBYudhoyono, SBY juga mengungkapkan pengalamannya berada di kapal selam.

"Sbg sesama prajurit, saya amat tahu bahwa siapapun yg mengabdi di dunia militer mesti siap sumbangkan jiwa & raganya kpd negara tercinta. Sungguhpun demikian, gugurnya 53 prajurit Hiu Kencana di medan latihan adalah duka yg mendalam & "great loss" bagi TNI & kita semua," demikian ungkap SBY melalui akunnya.

SBY juga mengungkapkan betapa besar resiko sebagai prajurit yang bertugas di satuan kapal selam. "Tekanan psikologis dan kesunyian yang tinggi. Tahun 1988 saya berada dalam kapal selam, bergerak di dalam laut (1 jam). Bisa dibayangkan jika menyelam berbulan-bulan. Mari beri hormat kepada tentara kebanggaan kita itu," ujarnya lagi.

Tidak lupa SBY menyampaikan rasa duka cita dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan. "Semoga keluarga yang ditnggalkan tabah, sabar dan tawakal menerima ujian yang maha berat ini. Selamat jalan Kolonel Harry Setiawan, Letkol Heri Oktavian dan para pahlawan Hiu Kencana lainnya. Semoga semuanya hiduup tenang dan bahagia di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," tutup SBY.(us)