Sumbangan Kapal Selam, Ini Langkah Masjid Jogokaryan Yogya

us
Sumbangan Kapal Selam, Ini Langkah Masjid Jogokaryan Yogya

Sumbangan Sultan Hamengku Buwono IX sebesar 6 juta gulden pada tahun 1949 kepada republik, menjadi salah satu inspirasi remaja masjid Jogokaryan Yogyakarta untuk menggalang dana sumbangan pengganti Naggala 402 yang tenggelam.

Ide menggalang dana untung pengganti Nanggala-402 datang dari anak-anak masjid setelah insiden kapal selam itu tenggelam di perairan utara Bali. Bahkan setelah ide itu dishare oleh Himpunan Anak-anak (Hamas) Masjid Jogokaryan di media sosial respon masyarakat sangat positif.

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokaryan Yogyakarta, Ustaz Muhammad Jazir yakin hal ini bisa dilakukan. Karena dari mulai RI tidak punya uang untuk operasional negara hingga tidak punya pesawat untuk kepentingan negara dapat teratasi dengan sumbangan rakyat. Karena itu dia pun yakin kapal selam seharga Rp1,7 triliun juga bisa dibeli rakyat dengan cara gotong royong.

Ustad Jazir yakin rakyat Indonesia mampu. Banyak orang yang melakukan korupsi nilainya puluhan triliun. "Ini untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia, perlunya hanya Rp1,7 tiliun untuk sebuah kapal selam. Bandingkan denga korupsi di Asabri, yang nilinya triliunan dan pelakunya yang hanya beberapa orang," katanya.

Donasi bantuan Nanggala-402 ini akan dibuka untuk siapapun. Rencananya akan dibuka paling lama 2 bulan. Atau waltu efektif. "Siapapun boleh berdonasi. Karena niat kami adalah semangat kebangsaan dan gotong royong," kataya. Pada hari pertama pembukaan donasi, jumlah dana yang sudah terkumpul mencapai Rp300 juta.(us)