Jenderal Dibunuh, Warga Sipil Dibantai, Tangkap dan Tumpas KKB di Papua, Turunkan Kekuatan Penuh

Danial/Alee
Jenderal Dibunuh, Warga Sipil Dibantai, Tangkap dan Tumpas KKB di Papua, Turunkan Kekuatan Penuh

Jakarta, Hanter - Korban terus berjatuhan. Seorang jenderal terbunuh. Dia adalah Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua, Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya. Warga sipil disiksa dan ditembak mati. Saatnya kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua ditangkap dan dihabisi. Lakukan operasi tempur militer besar-besaran untuk memberantas semua kelompok separatis disana.

Jenderal I Gusti adalah korban serangan kelompok bersenjata dengan pangkat paling tinggi yang pernah terjadi selama ini, yaitu brigadir jenderal TNI. “KKB tidak bisa lagi ditolerir, operasi tempur lewat penegakan hukum sudah selayaknya dilakukan oleh aparat,” kata pengamat Intelijen Ridlwan Habib dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Alumni S2 Kajian Intelijen Universitas Indonesia itu menilai ulah KKB Telenggen tak bisa dibiarkan. Satuan tempur yang dimaksud ada dalam wadah Satgas Menangkawi yang merupakan operasi penegakan hukum.

"Kita tidak dalam status berperang dengan KKB, mereka itu gerombolan kriminal bersenjata, bukan institusi militer resmi, pengacau saja," ujar Ridlwan.

Kekuatan Penuh

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta aparat TNI, Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) turunkan kekuatan penuh yang dimiliki untuk melakukan tindakan tegas terukur terhadap KKB di Papua. Tidak boleh ada lagi toleransi terhadap KKB untuk melakukan aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa. 

"Saya meminta pemerintah dan aparat keamanan tidak ragu dan segera turunkan kekuatan penuh menumpas KKB di Papua yang kembali merenggut nyawa. Tumpas habis dulu. Urusan HAM kita bicarakan kemudian. Kalau perlu turunkan kekuatan 4 Matra terbaik yang kita miliki selain Brimob Polri. Gultor Kopassus, Raiders, Bravo dan Denjaka. Kasih waktu satu bulan untuk menumpas mereka,” tegas Bamsoet di Jakarta, Senin (26/4/21).

Ketua DPR RI ke-20 yang juga Warga Kehormatan BIN ini menuturkan, tindakan KKB di Kabupaten Puncak Papua dalam beberapa waktu belakangan ini sudah sangat meresahkan. Pada tanggal 8 April 2021 lalu, KKB di Kabupaten Puncak telah menembak mati seorang guru bernama Oktavianus Rayo. KKB juga membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak. 

Tidak hanya itu, pada tanggal 9 April 2021, seorang guru SMP bernama Yonathan Randen kembali ditembak mati KKB di Kabupaten Puncak. Disusul tewasnya seorang pengemudi ojek bernama Udin akibat ditembak di area Pasar Ilaga Kabupaten Puncak oleh KKB pada tanggal 14 April 2021. Tanggal 15 April KKB menembak mati seorang pelajar SMA di Kabupaten Puncak bernama Ali Mom.

"Aparat TNI, Polri serta intelijen harus terus melakukan pengejaran dan menindak tegas terhadap KKB tersebut tanpa ragu dengan kekuatan penuh yang kita miliki. Kita tidak boleh membiarkan kelompok separatis terus melakukan tindakan yang mengakibatkan korban jiwa," tandas Bamsoet.

"Korban yang terus berjatuhan akibat konflik yang tidak berkesudahan ini harus segera diselesaikan. Salah satunya dengan langkah tegas TNI, Polri dan BIN untuk meningkatkan keamanan dan kewaspadaan di wilayah konflik. Polri dan TNI bisa menggencarkan patroli gabungan di seputaran wilayah Papua, khususnya di objek vital maupun lingkungan penduduk untuk memberikan rasa aman sekaligus mempersempit ruang gerak KKB," pungkas Bamsoet. 

TNI Siap Tangkap

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Achmad Riad, menegaskan TNI siap membantu polisi menangkap seluruh anggota kelompok kriminal di Papua. 

Ia mengungkapkan hal itu, di Jakarta, Senin, menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang memerintahkan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengejar dan menangkap seluruh anggota kelompok kriminal di Papua.

"Intinya, kami (TNI) siap untuk menangkap seluruh anggota KKB. Kami menunggu keputusan politik Presiden Jokowi selanjutnya," kata dia dilansir Antara.

Selama ini, lanjut dia, TNI dan Kepolisian Indonesia sudah bekerja sama secara baik untuk menangkap anggota kelompok bersenjata di Papua yang sering menembak aparat negara dan warga bahkan hingga menghilangkan nyawa mereka dengan cara yang kejam.

Tentang kemungkinan operasi besar-besaran di Papua untuk menangkap seluruh anggota kelompok bersenjata, kata Riad, TNI tetap menunggu keputusan politik selanjutnya dari pemerintah.

Sebelumnya, Jokowi memerintahkan Tjahjanto dan Sigit untuk menangkap seluruh anggota kelompok bersenjata setelah serangan yang menewaskan Kepala BIN Daerah Papua, Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny, Minggu (25/4), di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, menegaskan, tidak ada tempat bagi kelompok kriminal di wilayah Tanah Air Indonesia, termasuk Papua. "Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air," ujarnya.

Danny pada Minggu (25/4) terjebak dalam arena kontak tembak dengan kelompok bersenjata saat Satuan Tugas BIN dan Satgas TNI/Polri, dalam perjalanan menuju Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4).

DPR Dukung

Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Iqbal mendukung negara untuk memberantas kelompok kriminal bersenjata dari tanah Papua. "Komisi I DPR RI mendukung upaya pemerintah yang dalam hal ini BIN, TNI dan Polri bekerja sama untuk memberantas mereka di tanah Papua," kata Muhammad Iqbal di Jakarta Senin.
 
Menurut dia jika mengacu pada UU tindak pemberantasan terorisme, aksi keji KKB di Papua ini sudah termasuk ke dalam definisi terorisme.
 
"Seorang jenderal bintang satu saja bisa dibunuh oleh mereka, apalagi warga biasa. Pembunuhan yang dilakukan KKB ini menunjukkan bahwa kelompok ini sudah makin berani melawan negara," ujarnya.
 
Oleh karena itu kata Iqbal negara harus lebih tegas dalam menumpas KKB, untuk menjaga kondusifitas keamanan ketertiban masyarakat dan juga martabat bangsa.

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, meminta pemerintah khususnya aparat keamanan untuk menindak tegas kelompok bersenjata di Papua yang merupakan kelompok sparatis-teroris.

"Mereka bukan saja menebar ancaman ketakutan kepada rakyat Papua dan negara. Lebih dari itu mereka telah melakukan tindakan brutal dan keji membunuh dan menyiksa aparat dan masyarakat sipil," kata dia, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, negara tidak boleh kalah dengan kelompok separatis yang melakukan aksi terorisme di Papua karena itu harus dikejar dan ditindak tegas sehingga mereka menyerah tanpa syarat jika tetap ingin kembali hidup damai di pangkuan ibu pertiwi.

Ia menilai sudah terlalu lama kelompok separatis-teroris di Papua membuat kekacauan dan menimbulkan korban jiwa aparat dan masyarakat sipil. Dia meyakini seluruh rakyat Indonesia mendukung penuh pemerintah dan aparat mengakhiri kebrutalan KKB di Papua.

Selain itu Jazuli juga menyampaikan belasungkawa untuk Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua, Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, yang gugur ditembak KKB, di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4).

#TNI   #Polri   #papua   #kkb