Menjadi Bukti Pertemuan dengan Wali Kota Syahrial, MAKI: Sita CCTV di Rumah Azis Syamsuddin
Foto :

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menggeledah dan menyita CCTV di rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. MAKI menganggap penyitaan perlu dilakukan untuk menjadi barang bukti dalam kasus suap penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

“Kami meminta KPK untuk segera melakukan penyitaan rekaman CCTV di rumah dinas Azis Syamsuddin,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam surat yang dilayangkan ke pimpinan KPK melalu email, Senin (26/4/2021).

Boyamin mengatakan rekaman CCTV dapat menjadi bukti bahwa terjadi pertemuan antara Wali Kota Tanjungbalai Syahrial dan Robin di rumah dinas politikus Partai Golkar tersebut. KPK sebelumnya menyatakan pertemuan di rumah tersebut terjadi pada Oktober 2020.

Pertemuan itu menjadi awal mula terjadinya penyuapan terhadap penyidik KPK asal kepolisian tersebut. KPK menyangka penyidik Robin menerima suap Rp 1,5 miliar dari Syahrial. Suap diberikan dengan janji bahwa kasus Syahrial tidak akan naik ke penyidikan.

“Kami tidak berharap penyitaan ini lamban dilakukan atau bahkan tidak dilakukan sehingga barang bukti pertemuan menjadi hilang,” kata Boyamin.

MAKI bahkan mengancam akan menggugat praperadilan bila rekaman CCTV di rumah dinas Azis Syamsuddin tidak digeledah. Boyamin mengatakan tak ingin kasus ini berakhir seperti kasus korupsi bansos Covid-19. Dalam kasus itu, KPK tak menemukan barang bukti dari penggeledahan di rumah anggota DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus.

Segera Diperiksa

Terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menegaskan akan segera memeriksa saksi-saksi dalam kasus suap kepada penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Hal itu dikatakan Ali Fikri ketika menjawab perihal rencana pemeriksaan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

“Pemeriksaan saksi-saksi akan segera dilakukan,” kata Ali Fikri, Senin (26/4/2021). 

Sebelumnya, KPK menyebut Azis Syamsuddin menjadi pihak yang mengenalkan Robin dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial. KPK menerangkan pertemuan antara keduanya pertama kali terjadi di rumah dinas Azis pada Oktober 2020. Dalam pertemuan itulah, Syahrial kemudian meminta bantuan Robin mengenai kasus korupsi yang menjeratnya di KPK. 

Atas bantuan tersebut, Syahrial kemudian menjanjikan Rp1,5 miliar. Dari jumlah itu, KPK menyebut sebanyak Rp1,3 miliar telah diserahkan. KPK telah menetapkan tiga tersangka yaitu Robin, Syahrial dan seorang pengacara bernama Maskur Husain.

Azis Syamsuddin mengaku tidak mengingat bahwa dia pernah bertemu dengan penyidik KPK bernama Robin. “Saya banyak pertemuan, secara khusus saya tidak tahu karena tamu saya banyak,” kata politikus Golkar ini menanggapi kasus suap yang menjerat penyidik KPK.