Bantah Ulama dan Tokoh Islam Anti NKRI, Ajakan Ustad Somad Galang Dana Beli Kapal Selam Mendapat Dukungan

Safari
Bantah Ulama dan Tokoh Islam Anti NKRI, Ajakan Ustad Somad Galang Dana Beli Kapal Selam Mendapat Dukungan

Jakarta, HanTer - Sejumlah pihak mendukung aksi pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menggalang donasi untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali. Donasi ia umumkan lewat akun Instagram @ustadzabdulsomad official.

UAS menamai gerakan itu "Patungan Rakyat Indonesia untuk Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402". Dalam pengumpulan dana, UAS bekerja sama dengan Masjid Jogokariyan Jogja.

"Bagus, aksi yang digalang UAS. Bukan hanya UAS, banyak dari elemen umat Islam di berbagai daerah melakukan hal yang sama, menggalang donasi untuk pembelian kapal selam pengganti KRI Nanggala 402, seperti yang dilakukan oleh pengurus masjid Jogokariyan Yogyakarta," ujar Ustadz Anugrah Sam Sopian, pimpinan Majlis Ta'lim Was Sholawat An Nur, Purwakarta, Jawa Barat, kepada Harian Terbit, Selasa (27/4/2021).

Ustadz Anugrah menilai, banyak elemen masyarakat yang menggalang dana untuk membeli peralatan alutsista (Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia) adalah bentuk perhatian dan kepedulian umat terhadap bangsa Indonesia. Elemen masyarakat prihatin terhadap bidang keamanan dan terkait alutsista yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang rata-rata usianya sudah diatas yang diperuntukan.

"Galang donasi ini sebagai wujud realisasi dari ajaran Islam bahwa Hubbul Wathon Minal Iman, Cinta terhadap negeri merupakan bagian dari keimanan," tegasnya.

Ustadz Anugrah menyebut, penggalangan dana untuk membeli alutista juga sebagai bentuk kritikan terhadap pemerintah agar lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan kinerjanya. 

"Bayangkan saja, harga kapal penyelamat yang dimiliki oleh Singapura yang digunakan dalam proses pencarian KRI Nanggala itu seharga Rp5,8 triliun. Kalau saja uang Asabri sejumlah Rp23,7 triliun tidak di korupsi, kita dapat membeli 4 kapal seperti itu. Belum lagi kalau kita hitung dengan uang Jiwasraya, BLBI dan lain sebagainya. Bisa maju dan canggih alutsisita kita. Itu pun kalau gak di korupsi," tegasnya.

Mulia

Sementara itu, Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi juga mendukung penggalangan dana yang dilakukan UAS. Ia pun menilai penggalangan dana untuk beli kapal selam itu adalah suatu perbuatan mulia. Oleh karena itu penggalangan dana untuk membeli alutista oleh UAS perlu didukung. Karena yang demikian merupakan bentuk kecintaan kepada pertahanan atas NKRI. 

"Penggalangan dana juga bisa menepis tudingan terhadap tokoh-tokoh dan Ulama Islam yang disebutnya tidak cinta NKRI," jelasnya.

Muslim menegaskan, yang dilakukan UAS bisa menjadi gagasan besar untuk menyindir pengelolaan rezim ini dalam hal keuangan negara yang dikorupsi. Satu contoh yang dikorupsi adalah Asabri dengan nilai puluhan triliun rupiah yang notabene bisa digunakan untuk membeli kapal selam beberapa unit sekaligus. 

"Gagasan UAS untuk membeli kapal selam pengganti Nanggala-402 juga ungkapan keprihatihan atas syahidnya 53 awal kapal selam 402 di Laut Bali," paparnya.

Legislator

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf mendukung Ustaz Abdul Somad terkait dengan ajakan patungan membeli kapal selam merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi pertahanan negara dan peremajaan alutista, menyusul peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali utara .

Ajakan patungan ini awalnya digagas oleh aktivis Masjid Jogokaryan Yogyakarta. "Dukungan UAS dapat dimaknai sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi pertahanan negara, peremajaan alutsista adalah kunci," kata Al Muzzammil melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Meski demikian, kata dia, Gerakan "Patungan Beli Kapal Selam" ini belum tentu bisa terealisasi karena harga kapal selam relatif sangat mahal.

Cinta Indonesia

Pengamat Komunikasi Politik dari  Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, gagasan UAS menggalang donasi untuk membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala-402 memang banyak makna. Pertama, bisa jadi gagasan UAS menggalang donasi murni untuk membantu pemerintah membeli kapal selam yang baru. UAS tahu, pemerintah sedang kesulitan keuangan, sehingga layak dibantu rakyatnya. 

"Karena itu, gagasan UAS itu janganlah direspon negatif. Jangan ada penilaian seolah UAS sedang melecehkan pemerintah," jelasnya.

Kedua, sambung Jamiluddin, gagasan galang dana juga untuk menunjukkan bahwa UAS sangat menyintai Indonesia sebagai tumpah darahnya. NKRI baginya harga mati. Karena itu, pengadaan kapal selam baru sebagai wujud partisipasi UAS untuk menjaga NKRI dari rongrongan pihak asing.

"Ketiga, pesan kepada pihak-pihak yang selama ini menilai UAS pro HTI dan khilafah adalah salah besar. UAS ingin katakan, saya terdepan membela NKRI. Sementara pihak pengeritiknya hanya bisa berslogan "saya Pancasila, saya Indonesia" tapi minus action," tegasnya.

Jamil menyebut, dengan penggalangan dana yang dilakukannya, maka pada dasarnya UAS menginginkan TNI kuat dan menjadi kebanggaan bangsanya. Untuk itu, TNI harus didukung infrastruktur yang lengkap dan canggih. Hanya dengan alutista yang canggih dan modern maka TNI dapat menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Pantauan Harian Terbit, Selasa (27/04/2021), UAS, sapaannya, membuka donasi itu dengan gerakan “Patungan Rakyat Indonesia, Untuk Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402 Bersama Masjid Jogokariyan Jogja”. 

“Di antara tujuan Negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Lautan kita yang membentang luas melebihi daratannya, dari Samudera Indonesia di barat Aceh hingga perairan Papua merupakan bagian dari wilayah negeri kita yang harus dijaga dan dilindungi, beserta kekayaan tak ternilai yang ada di dalamnya,” ujar lewat akun Instagram @ustadzabdulsomad_official, Senin (26/4/2021) kemarin.

UAS mengatakan, tugas berat yang selama ini diemban oleh TNI Angkatan Laut menghadapi berbagai tantangan dari kurangnya personel dan armada, luasnya wilayah yang harus dijaga, besarnya kekayaan yang mengundang berbagai kepentingan asing, hingga penyusupan-penyusupan yang terus terjadi.

“Setelah KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya yang gugur syahid menjalani ‘Eternal Patrol’, mari kita seluruh rakyat Indonesia, bahu-membahu mengulurkan tangan dan sumbangsih membangun kekuatan armada laut kita agar kembali berjaya. Kami dari Masjid Jogokariyan, mengajak seluruh putra-putri Indonesia yang berjiwa patriot dan cinta negeri ini, beramal bersama dalam Open Donasi Patungan Penggalangan Dana Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402,” tambahnya menyerukan.

Tak lupa, dai asal Sumatera Utara ini mencantumkan nomor rekening dan nomor kontak untuk konfirmasi dalam donasi tersebut. “No Rekening Khusus Pengadaan Kapal Selam *BSM/BSI no.rek 7202002298 atas nama Masjid Jogokariyan*. Konfirmasi via WhatsApp ke: 081311351136,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 menggerakan para remaja masjid asal Yogyakarta turun ke jalan. Himpunan Anak-anak Masjid (HAMAS) Jogokariyan hari Ahad (25/04/2021) mengadakan penggalangan dana untuk pembelian kapal selam yang diikhtiarkan sebagai pengganti KRI Nanggala 402 yang sedang tertimpa musibah.

Ikhtiar ini dinilai sebagai wujud kecintaan terhadap luasnya wilayah Indonesia yang perlu dijaga oleh tentara yang kuat.

“Indonesia adalah negara kelautan, sehingga sudah semestinya armada laut harus dikuatkan. Maka kami gerakkan masyarakat Indonesia untuk barengan patungan membantu Angkatan Laut (AL) kita agar mempunyai armada yang kuat untuk menjaga kekayaan dan keutuhan wilayah Indonesia,” ujar M Fanni Rahman selaku ketua Takmir Masjid Jogokariyan, kepada hidayatullah.com Ahad (25/4/2021).

#Uas   #kapalselam   #kri   #nkri   #pertahanan   #alutista