Kasus Suap Penyidik KPK, Dewas KPK Pelajari Wali Kota Tanjungbalai Kontak Pimpinan KPK
Foto :

Jakarta, HanTer - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memastikan akan mempelajari informasi yang diberikan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ihwal dugaan salah satu pimpinan, Lili Pintauli Siregar sempat dihubungi oleh Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.Syahrial merupakan satu dari tiga tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap penyidik KPK, Stefanus Robin Pattuju.

"Dewas tentu akan mencari dan mempelajari semua informasi terkait dugaan penyimpangan dan atau dugaan pelanggaran kode etik yg dilakukan oleh setiap insan KPK, baik pegawai, pimpinan maupun anggota Dewas sendiri," ujar Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris dalam keterangannya, Selasa (27/4/2021).

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengaku mendapat informasi perihal upaya komunikasi yang dilakukan Syahrial dengan pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar. Komunikasi itu diduga berkaitan dengan penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

"Saya mendengarnya begitu, bahwa Wali Kota Tanjungbalai berusaha menjalin komunikasi dengan Bu Lili. Tapi, apakah Bu Lili menanggapi atau menindaklanjuti seperti apa, saya belum ada informasi," kata Boyamin, Senin (26/4/2021).

Terpisah, Koordinator Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengatakan, kasus suap terhadap pegawai KPK, harusnya menjadi kartu merah bagi pimpinan KPK serta Dewan Pengawas KPK untuk mendalami dan mengusutnya. Karena permasalahan berturut-turut terjadi yakni, pencurian barang bukti dan terbongkar ada mafia kasus korupsi..

"Hal itu harusnya menjadi penguat bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengevaluasi kepemimpinan Firli Bahuri serta Dewan Pengawas," ujar Jajang Nurjaman kepada Harian Terbit, Selasa (27/4/2021). 

Hingga berita ini ditulis masih menunggu konfirmasi dari pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar.