Lolos Karantina, Ini Kronologi WN India hingga ke Kota-kota Besar di Indonesia

yp
Lolos Karantina, Ini Kronologi WN India hingga ke Kota-kota Besar di Indonesia
Konferensi pers kasus WN India lolos karantina. (instagram humaspolrestabandarasoetta)

JAKARTA - Polisi menetapkan 11 tersangka dalam kasus lolosnya warga India ke berbagai kota besar si Indonesia tanpa menjalani Karantina usai turun di Bandara Soekarno-Hatta. 

Mereka disangka melanggar Undang-undang Karantina dan Wabah Penyakit. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut kasus itu berawal dari penerbangan Charter Air Asia QZ 988 Chenai India – Soekarno Hatta pada 21 April 2021 yang membawa 116 WN India.

"Setelah dilakukan tracing, ternyata ada delapan penumpang yang tidak menjalani kewajiban karantina. Mereka terdiri dari tujuh WN India dan satu WNI ini yang kasusnya ditangani Polda Metro," katanya  di Polresta Bandara Soetta, Rabu (28/4/2021).

Polisi kemudian mencari keberadaan tujuh WN India itu. Ternyata mereka ditampung dengan berbagai cara. 

Mulai dari ditampung komunitas sesama warga India, perusahaan tempat mereka bekerja, sampai keluarga yang sudah lebih dulu menetap di Indonesia. Mereka ditemukan berada di Batam, Bandung, Jakarta dan Surabaya.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menyebut lima warga India telah diamankan. "Dua lagi masih kami buru, identitas sudah kami dapat. Ketujuh WN India ini dibantu oleh WNI, ada empat tersangka," katanya. 

Disebutkan WN India bernama Senthil Ranganathan ditangkap di Bandung saat tinggal bersama komunitas sesama warga India. Ia lolos karantina lantaran dibantu Zakaria Ramdhan, WNI yang juga staf di tempat Senthil bekerja.

Zakaria  ini mempunyai kenalan bernama Ahmad Sulaeman yang mengaku dan memegang akses bertuliskan 'protokoler PT Angkasa Pura II' yang resmi atau asli. 

Jadi saat Senthil turun di Bandara, Sulaeman masuk ke dalam hingga ke area kedatangan Terminal 3 untuk menjemput Senthil. Warga India ini pun tak naik bus menuju karantina, tetapi melenggang naik taksi menuju Bandung.

"Ahmad Sulaeman mendapat keuntungan Rp12 juta untuk tiga  penumpang di penerbangan," ujar Kapolres.

Lain lagi warga India bernama Kankurte Madhuri. Ia lolos dari karantina karena dibantu suami dan anak yang sudah tinggal di Indonesia. Jadi suaminya, Sathyanarayana Raomendarkar lebih dulu memesan kamar di Mercure Hotel sebagai pilihan tempat karantina.

Namun, yang terjadi adalah Kankurte dijemput sang suami di pelataran Terminal 3, dan langsung naik taksi menuju ke apartemen mereka di Jakarta Barat.

"Jadi total yang jadi tersangka ada lima WN India sudah diamankan, dua orang masih buron dan empat WNI yang menjadi joki untuk meloloskan WN India ini," ujarnya. (*/yp)