Ada di Jerman Atau Belanda, Ormas Islam Desak Polri Segera Menangkap Jozeph Paul

Alee
Ada di Jerman Atau Belanda, Ormas Islam Desak Polri Segera Menangkap Jozeph Paul

Jakarta, HanTer - Dimana keberadaan Jozeph Paul Zhang saat ini? Tersangka kasus penodaan agama yang mengaku nabi ke-26 itu dikabarkan berada di dua negara Eropa, Jerman atau Belanda.

“Dikabarkan ada di dua negara, antara Jerman dan Belanda,” kata Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Rabu (28/42021).

Menurut dia, penyidik Bareskrim masih terus melakukan upaya maksimal untuk menangkap Jozeph Paul Zhang. Bahkan, Bareskrim juga menggandeng Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Luar Negeri. “Dilakukan upaya maksimal sudah, kerja sama dengan Kemenkumham dan Kemenlu,” ujarnya dilansir Viva.

Mantan Kepala Baharkam Polri ini mengatakan, pihaknya juga telah mengajukan penerbitan red notice. Kemudian, permohonan pencabutan paspor Paul Zhang hingga ektradisi. “Semua tergantung kepada negara dimana dia berada,” ujarnya.

Jozeph Paul Zhang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama karena mengaku nabi ke-26, saat menggelar zoom meeting berdiskusi dengan rekannya terkait ‘Puasa Lalim Islam’. Video itu diunggah ke akun YouTube Joseph Paul Zhang pada Kamis, 15 April 2021.

Atas perbuatannya, Paul Zhang dipersangkakan Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE dan Pasal 156a KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Kini, Paul Zhang yang diduga berada di luar negeri masih diburu polisi.

Harus Ditangkap 

Tujuh organisasi besar di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengutuk Jozeph Paul Zhang dan mendorong polisi segera menangkapnya, karena diduga telah mengaku sebagai Nabi ke -26.

Ketua LPD Majelis Mujahidin Pasaman Barat Decky H Saputra, di Simpang Empat, Minggu, mengatakan pihaknya merasa terusik dengan pernyataan Jozeph yang diduga melecehkan ajaran Islam.

Menurutnya, dengan mengaku sebagai Nabi ke -26 pada sebuah siaran di channel YouTube miliknya pada tanggal 13 dan 15 April 2021 adalah sebuah penghinaan terhadap agama Islam.

"Dia telah membuat kegaduhan dan telah menimbulkan kemarahan umat Islam. Kita tidak pernah tinggal diam jika akidah kita yang diusik," ujarnya pula dilansir Antara.

Organisasi di Pasaman Barat yang terdiri dari LPC Nahlatul Ulama (NU), PD Muhammadiyah, DPC PERTI, LPD Majelis Mujahidin, Jamaah Tabligh Markas Pasbar , MUI Pasaman Barat dan MPC Pemuda Pancasila telah menyatakan sikap dan langsung disampaikan ke Polres Pasaman Barat pada Jumat (23/4).