KKB Jadi Teroris, Polri Buka Kemungkinan Libatkan Densus 88 Antiteror

yp
KKB Jadi Teroris, Polri Buka Kemungkinan Libatkan Densus 88 Antiteror
Ilustrasi/foto: pixabay

JAKARTA - Polri siap melibatkan Tim Densus 88 Antiteror dalam operasi penegakkan hukum di Papua. Langkah ini sejalam dengan pemerintah yang telah menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai teroris.

Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto menyebutkan soal keterlibatan Tim Densus 88 Antoteror akan diraatkan lebih dulu. “Nanti lihat arahan Pak Kapolri, terutama yang melibatan Densus. Artinya, kalau sudah ditetapkan, Densus nanti harus kita ikutkan membantu. Paling tidak memetakan,” ujarnya dikonfirmasi wartawan, Kamis (29/4/2021).

Imam mengaku masih menunggu keputusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait keikutsertaan Tim Densus 88 Antiteror Polri dalam operasi di Papua. 

"Nanti keputusannya Bapak Kapolri bagaimana, selama ini kan seperti Madago Raya di Sulteng-lah. Itu kan sama, jadi satgas operasi kita bentuk, tapi Densus 88 Antiteror juga menyelenggarakan operasi yang link up dengan Satgas itu," katanya. 

Ia menyebutkan perlu ada kajian terkait penegakan hukum KKB Papua jika operasi yang dilakukan didasarkan pada Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme. Karenanya Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) harus dilibatkan. 

"Yang pasti nanti BNPT itu urusan teroris, mesti ikut, program-program deradikalisasinya,” katanya. “Pak Kapolri suka pakai istilah modernisasi.”

Aksi KKB kian meresahkan warga Papua. Mereka menyerang penduduk sipil hingga kehilangan nyawa. Terakhir, mereka menembak mati Kepala Badan Intelijen Daerah  (Kabinda) Papua, Brigadir Jenderal I Gusti Putu Danny Nugraha Karya. (*/yp)

#Kkb   #papua   #teroris