Rapid Tes Gunakan Alat Bekas Pakai di Bandara Kualanamu Dilakukan Sejak Desember 2020

Yp
Rapid Tes Gunakan Alat Bekas Pakai di Bandara Kualanamu Dilakukan Sejak Desember 2020
Petugas membawa barang bukti rapid tes dengan alat bekas pakai di laboratorium Bandara Kualanamu. (ist)

JAKARTA - Polisi menetapkan lima orang menjadi tersangka kasus penggunaan alat bekas pakai
dalam rapid tes antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Tersangka adalah PM (45) yang menjabat Bisnis Maneger Laboratorium Kimia Farma, SR (19) sebagai pekerja di Laboratorium Kimia Farma, DJ (20) sebagai pekerja di Laboratorium Kimia Farma, M (30) sebagai pekerja bagian administrasi Laboratorium Kimia Farmasi dan R (21) pekerja bagian administrasi swab di Laboratorium Kimia Farma.
Mereka ditahan penyidik Polda Sumut Rutan di Polda Sumatera Utara. 

'Melakukan, memproduksi dan mengedarkan bahan farmasi alat kesehatan yang tidak memenuhi standar, kesehatan, keamanan dan kemanfaatan khasiat dan mutu," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak kepada wartawan di Mako Polda Sumut, Kamis (29/4/2021). 

Dalam pemeriksaan tersangka mengatakan stik swab bekas pakai dilakukan daur ulang dengan cara mencuci ulang.  

"Oleh para pelaku, stik yang sudah digunakan dicuci dan dikemas kembali dan digunakan untuk melakukan tes swab di Bandara Kualanamu," ungkapnya. 

Menurutnya, kejahatan itu telah dilakukan sejak Desember 2020. "Biayanya Rp200 ribu," ujarnya. 

Atas perbuatannya, kelima terduga pelaku dijerat dengan Pasal 98 ayat (3) Jo pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) Jo pasal 62 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 miliar. (yp)