Setelah Muncul Namanya, Digeledah Rumah dan Kantornya, Hari Ini Dicekal KPK

us
Setelah Muncul  Namanya, Digeledah Rumah dan Kantornya,  Hari Ini Dicekal KPK

Setahap demi setahap kasus suap yang menyerempet nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin bergerak maju. Sejak namanya disebut Ketua KPK Firli Bahuri, dalam jumpa pers kasus suap yang melibatkan penyidik KPK dan Walikota Tanjungbalai, penyelidikan makin mengarah kepada dugaan keterlibatan politisi Partai Golkar asal Lampung itu.

Setelah Azis mencuat, rumah dinas dan kantor Azis Syamsudin digeledah penyidik KPK. Hari ini KPK mengumumkan pencekalan terhadap Azis Syamsudin untuk tidak ke luar negeri.

"KPK sesuai dengan tugas pokok dan kewenanganya dapat melakukan cekal. Semua kita lakukan untuk kepentingan memudahkan jika KPK memerlukan permintaan keterangan terhadap setiap orang yang diperlukan untuk pengumpulan keterangan saksi tentang apa yang diketahui, dialami atau didengar sesuai kesaksiannya," kata Ketua KPK Firli Bahuri, Jumat (30/4/2021).

Azis dikenai cekal untuk 6 bulan ke depan terhitung sejak 27 April 2021. Azis diduga terlibat dalam kasus penyuapan penyidik KPK AKP Robin oleh Walikota Tanjungbalai M Syahrial agar dugaan korupsi di Tanjungbalai tidak dilanjutkan. 

Keterlibatan Azis, masih sebatas mempertemukan keduanya di rumah dinasnya. Belum diketahui keterlibatan yang lain. Tetapi penyidik KPK saat menggeledah ruang kerja Azis di Gedung DPR dan rumah dinasnya, setidaknya mengangkut 5 koper berkas ke KPK.

Berdasarkan kebiasaan di KPK, tidak banyak yang bisa lolos setelah kantornya dan rumahnya digeledah. Tetapi sejauh ini, beberapa kali Azis lolos dari beberapa kasus yang pernah mencuat seperti soal namanya disebut staf Nazarudin mengenai dugaan keterlibatan satu proyek dan juga dugaan menjadi backing impor balckberry ilegal sebagaimana telah dilaporkan ICW ke MKD DPR.(us)