Angka Kemiskinan Naik, Tapi Kata Mahfud MD Masih Lebih Baik

us
Angka Kemiskinan Naik, Tapi Kata Mahfud MD Masih Lebih Baik


Pandemi Covid-19 menekan perekonomian di seluruh dunia tanpa terkecuali Indonesia. Akibatnya, diantaranya mendongkrak angka kemiskinan yang makin meningkat.

Meski demikian, secara keseluruhan di era kepemimpinan Presiden Jokowi periode kedua masih tetap mengalami kemajuan.  Padahal ada sejumlah hambatan, misalnya masih adanya kasus-kasus korupsi dan terakhir soal Corona.

Mahfud membeberken mengapa dirinya menyebut perekonomian era Jokowi secara umum mengalami kemajuan. Pada periode pertama Indonesia merdeka kemiskinan mencapai 99 persen. Saat Presiden Sukarno memimpin hinga 1966 kemiskinan berkurang jadi 54 persen. "Artinya 54 persen orang Indonesia tergolog miskin," ujarnya.

Masuk era Orde Baru dipimpin Soeharto, ekonomi tumbuh pesat hingga kemiskinan tersisa 18 persen pada periode 1997-1998. "Terus setelah reformasi beberapa Presiden ganti dan akhir Presiden SBY angka kemiskinan tinggal 11,9 atau 11,7 persen gitu," ucap Mahfud.

Ketika Jokowi memimpin Indonesia  periode pertama, lanjut Mahfud, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 9,1 persen. Sedangkan di periode keduanya, Mahfud mengakui angka kemiskinan naik menjadi 9,7 persen karena adanya pandemi Corona. Tetapi angka itu pun lebih baik dari pemerintahan sebelumnya.(us)