Gubernur DKI Raih Banyak Prestasi Kritik PSI Kepada Anies Dinilai Hanya Mencari Sensasi

Safari
Gubernur DKI Raih Banyak Prestasi Kritik PSI Kepada Anies Dinilai Hanya Mencari Sensasi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Jakarta, Hanter--- Penasehat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Haji Abdul Ghoni menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya mencari sensasi dengan cara melayangkan kritik terhadap kegiatan Gubernur Anies Baswedan ke luar daerah.

Menurut Ghoni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, kritikan politisi PSI DKI, William Aditya Sarana tersebut, tidak berdasar, karena kunjungan Anies tersebut dilakukan dalam rangka membangun kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemda Kabupaten/Kota di sektor pertanian atau peternakan.

"Kritik yang dilontarkan PSI sebagai isu murahan dan cenderung mengada-ada. Apalagi, PSI selama ini dikenal gencar mengkritik Anies sekedar untuk 'mendompleng' popularitas Anies demi elektabilitas partai," katanya.

Lebih lanjut, Ketua Umum FORKABI ini menilai, kritik partai pendatang baru PSI di Kebon Sirih, dengan menuduh Anies sibuk melakukan safari politik menjelang akhir pemerintahannya itu keliru besar dan gagal paham.

Kunjungan itu, kata Ghoni, karena Anies ingin memperkuat bidang pertanian antardaerah guna kebutuhan pangan warga agar tetap terjaga dengan baik.

"Pak Gubernur dalam kunjungan tersebut jelas memakai pakaian dinas, bukan memakai baju biasa seperti yang dituduhkan safari politik," ujar anggota dewan tiga periode itu.

Bahkan saat ini, tambahnya, selama pemerintahannya Anies mendapat beragam penghargaan dan pengakuan baik nasional maupun internasional.

Sebelumnya politikus PSI William Aditya melayangkan serangan kepada Anies yang rajin berkunjung ke daerah.

William menuding Anies lebih sibuk memikirkan pemilihan selanjutnya, padahal masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukannya di Jakarta.

Pendukung Jokowi 

Direktur Suara Demokrasi Nusantara (SuDeRa) Syafti Hidayat mengatakan, belakangan ini memang sudah terjadi pendukung Jokowi beralih mendukung Anies. Beberapa relawan dari berbagai elemen yang mendukung Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 mulai melirik dan memberikan dukungan ke Anies, walau belum dilakukan secara terbuka. 

'Hal ini dapat dimaklumi mengingat hasil berbagai lembaga survey menempatkan Anies diperingkat teratas dan disusul calon lainnya seperti Ganjar dan juga yang lainnya," kata Syafti Hidayat kepada Harian Terbit, Minggu (2/5/2021).

Syafti memaparkan, dukungan terhadap Anies bukan tanpa alasan. Saat ini publik merekam dengan cermat kerja kerja Anies mulai dari Rektor Paramadina, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sampai Gubernur DKI Jakarta kini. Hasil survey itu adalah perjalanan panjang Anies dari dulu hingga kini. 

"Publik melihat yang dilakukan Anies positif dan membawa manfaat bagi banyak orang," tandasnya. 

Lebih lanjut Syafti mengatakan, gerakan Anies akhir-akhir ini yang datang menjemput bola ke daerah-daerah lumbung padi di Jawa untuk pasokan logistik di ibukota Jakarta juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Karena yang dilakukan Anies jelas menguntungkan petani dalam skala luas, sekaligus kritik halus pada kebijakan impor beras di saat panen yang menjatuhkan harga beras ditingkat petani.

"Publik dan para relawan melihat ini secara jelas dan jernih, wajarlah kalau mereka beralih dan berpihak pada pemimpin sejati seperti Anies," tegasnya.

Elektabilitas

Pengamat politik Satyo Purwanto mengakui Anies memiliki elektabilitas dan paling populer. Bahkan sejumlah lembaga survei pun sudah merilis bahwa Gubernur Jakarta itu tertinggi elektabilitasnya. Tidak heran Partai Nasdem pun jauh-jauh hari sudah sangat intens berkomunikasi dengan Anies. Dibeberapa kesempatan di acara internal Partai Nasdem, Anies didapuk untuk berpidato.

"Hal ini menjadi parameter bahwa pendukung Jokowi pun juga mendukung Anies Baswedan," ujar Satyo kepada Harian Terbit, Minggu (2/5/2021).

Satyo yang juga Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy ini menyatakan, fenomena pergeseran pendukung Jokowi sudah terlihat sejak pergeseran koalisi pendukung pemerintah setelah Gerindra turut bergabung didalam kabinet Jokowi. Hal ini tentu akan menguntungkan Anies dalam   konstelasi peta kekuatan politik menjelang Pilpres 2024.