Terminal Pulogebang Diserbu, Tarif Bus Naik 50 Persen Meski Dilarang, Warga Ramai-ramai Mudik

Harian Terbit/Alee
Terminal Pulogebang Diserbu, Tarif Bus Naik 50 Persen Meski Dilarang, Warga Ramai-ramai Mudik
Larangan mudik 2021

Jakarta, HanTer - Meski sudah ada larangan mudik, warga tetap saja ramai-ramai memilih pulang kampung lebih cepat karena ada larangan mudik dari pemerintah yang berlaku mula 6-17 Mei 2021. Sementara itu, tarif bus sudah naik 50 persen dari hari biasanya.

Terkait larangan mudik, petugas gabungan dari Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Sukabumi, unsur TNI, Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjaring ratusan kendaraan yang terindikasi digunakan untuk mudik yang hendak masuk dari luar daerah ke Sukabumi, Jawa Barat.

"Dari 300 kendaraan yang terjaring operasi ada sekitar 50 kendaraan yang kami perintahkan putar balik, karena terindikasi melakukan mudik," kata Kasatlantas Polres Sukabumi AKP Riki Fahmi Mubarok kepada wartawan di Sukabumi, Minggu.

Menurutnya, Pos Benda, Kecamatan Cicurug yang merupakan jalur utama penghubung dengan wilayah Jabodetabek yang juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor sudah dilakukan pengetatan antisipasi masuknya pemudik dari luar daerah.

Kegiatan penyekatan ini untuk menindaklanjuti imbauan dari pemerintah tentang larangan mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Lanjut dia, larangan mudik ini meliputi tiga kegiatan, dari 22 April sampai 5 Mei, 5 sampai 17 Mei, kemudian pascalarangan mudik dari 18 sampai 24 Mei.

Sementara itu Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cirebon Kota, Polda Jawa Barat, memutar balikkan puluhan kendaraan pemudik baik yang menggunakan roda dua maupun empat saat melintas perbatasan daerah tersebut.

"Cukup banyak kendaraan pemudik yang kami putar balikkan," kata Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama di Cirebon, Minggu.

Dermaga reguler Pelabuhan Merak yang didatangi banyak pemudik pada Sabtu (1/4/2021) sampai menjelang sahur, Minggu (2/4/2021).

 Tarif Bus Naik 

Warga juga menyerbu terminal Pulogebang. Lonjakan terjadi beberapa hari jelang aturan larangan mudik diberlakukan. Lonjakan penumpang sekitar 40 persen dari hari sebelumnya yang didominasi oleh penumpang tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sumatera.

"Tanggal 28 April 2021 jumlah keberangkatan sebanyak 943. Tanggal 29 April jumlah keberangkatan sebanyak 1.382 penumpang, sementara tanggal 30 April sebanyak 1.183 penumpang," kata Kepala Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Bernard Pasaribu dilansir Antara.

Perusahaan otobus (PO) antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur mulai menaikkan harga tiket keberangkatan hingga 50 persen dari biasanya.

“Kenaikan harga tiket tersebut menyusul peraturan larangan mudik yang akan diberlakukan mulai 6 Mei 2021. Per 1 Mei ada kenaikan yang merata pada PO, kisaran 50 persen dari harga sebelumnya," kata Bernard dilansir Antara.

Bernard mengatakan bahwa kenaikan harga tiket bus AKAP itu biasa terjadi pada tahun-tahun sebelumnya menjelang Lebaran bahkan sebelum wabah COVID-19.

Hanya saja menurut Bernard, para PO tahun ini mulai menaikkan harga tiket bus AKAP karena adanya peraturan larangan mudik tersebut.