Ustadz Maarif: Kami Akan Ingatkan MUI Istiqomah

Safari
Ustadz Maarif: Kami Akan Ingatkan MUI Istiqomah

Jakarta, HanTer - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan segera melakukan standarisasi bagi para dai Muslim di Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas atau kompetensi para pendakwah. 

Menanggapi upaya MUI tersebut, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Maarif menegaskan, jika standarisasi dai tujuannya untuk pembinaan para dai di Indonesia maka pihaknya sangat setuju dan sangat mendukung upaya MUI tersebut. 

Namun, jika standarisasidai tujuannya untuk mengkotak-kotakan dai serta menyamakan pandangan mazhab apalagi pandangan politik untuk satu suara mendukung pemerintah maka kebijakan tersebut harus ditolak. 

“Standarisasi dai itu sebagai upaya untuk mengkotak-kotak para dai. Sehingga dai bisa satu suara mendukung pemerintah. Agar hal tersebut tidak terwujud, Saya siap melawan kebijakan MUI tersebut. Kami akan mengingatkan MUI agar istiqomah dalam tugas dan wewenang bukan corong pemerintah," tandasnya kepada Harian Terbit, Rabu (28/4/2021).

Ustadz Slamet menyebut, sudah ratusan tahun dengan keanekaragaman dan kekhasan para dai berdakwah di negeri ini dan tidak pernah ada masalah. Hal tersebut terjadi karena saling menghormati dan kala itu pemerintah pun hanya sebagai pengayom. Namun saat ini kegiatan para dai justru dipermasalahkan dan membuatnya saling curiga antar para dai.

"Kenapa sekarang jadi timbul skenario saling mencurigai sesama dai. Bahkan terkesan mengadu domba dai," tanyanya.

Diapresiasi

Terpisah, Pendiri Lembaga Solidaritas Hijrah, Ustadz Ali Yusuf, SH mengatakan, standarisasi para d'i yang akan diberikan MUI harus diapresiasi. Artinya para ulama di MUI memiliki kesadaran tentang pentingnya para dai untuk menyampaikan dakwahnya dengan kelembutan. 

Bagaimana Rasulullah juga menyampaikan risalah risalahnya itu dengan kelembutan.  Nabi Musa diutus kepada Firaun juga Allah isubhanahu wa ta'ala perintahkan agar lemah lembut.  (Thaha ayat 43-44). 

"Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia ingat atau takut."

"Tapi jika standarisasi itu untuk mengakomodir kepentingan rezim tentu saya tidak setuju. Insya Allah para da'i menyampaikan dakwahnya sudah sesuai tuntunan Al-Qur'an dan hadist dan para ulama-ulama terdahulu," paparnya.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Ahmad Zubaidi dalam webinar, Selasa (27/4/2021) mengatakan, "Kami dari Komisi Dakwah MUI Pusat menyimpulkan bahwa dari amatan kami terkait dakwah di negeri kita ini khususnya di media penyiaran, kami berkesimpulan bahwa standarisasi dai penting sekali dalam rangka meningkatkan kompetensi dai itu sendiri," jelasnya.

#Mui   #ulama