KPK: Eks Pejabat Ditjen Pajak Diduga Terima Suap Miliaran Rupiah

yp
KPK: Eks Pejabat Ditjen Pajak Diduga Terima Suap Miliaran Rupiah
Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers kasus dugaan suap pajak. (tangkapan layar youtube KPK ri)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Angin Prayitno Aji (APA) sebagai tersangka kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak periode 2016-2017. 

Selain Angin, KPK juga menetapkan lima orang lainnya dalam kasus yang sama. Mereka adalah Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak Dadan Ramdani (DR), dan Kuasa Wajib Pajak Veronika Lindawati (VL). 

Tiga lainnya adalah konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, dan Agus Susetyo.

"(Tersangka) APA dengan kewenangan yang melekat selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019 bersama-sama dengan (tersangka) DR selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak, diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak," kata Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Ia kemudian menyebutkan hasil penyidikan KPK terkait kasus dugaan suap pajak tersebut. 

"APA bersama DR diduga melakukan pemeriksaan pajak terhadap tiga wajib pajak, yaitu PT GMP (Gunung Madu Plantations) untuk tahun pajak 2016, PT BPI Tbk (Bank PAN Indonesia) untuk tahun pajak 2016, dan PT JB (Jhonlin Baratama) untuk tahun pajak 2016 dan 2017," ungkapnya. 

Akibat perbuatan APA dan DR, sambungnya, tiga wajib pajak memberi imbalan sejumlah uang dalam periode Januari 2018 hingga September 2019. Pemberian uang dilakukan jumlah yang berbeda.

Firli menyebut rincian penerimaan uang yang diduga suap bagi APA dan DR pertama dilakukan Januari-Februari 2018 dengan jumlah keseluruhan Rp15 miliar diserahkan  tersangka RAR dan tersangka AIM sebagai perwakilan PT GMP.

Lalu pada pertengahan 2018 sebesar 500 ribu dolar Singapura diserahkan tersangka VL sebagai perwakilan PT BPI Tbk dari total komitmen Rp25 miliar.

Kemudian dalam kurun waktu Juli hingga September 2019 sebesar total 3 juta dolar Singapura diserahkan tersangka AS sebagai perwakilan PT JB. (*/yp)