Prihatin, Banyak Hakim Melanggar Kode Etik

Safari
Prihatin, Banyak Hakim Melanggar Kode Etik

Jakarta, HanTer - Koordinator Komite Anti Korupsi Indonesia, Arifin Nur Cahyo mengaku prihatin dengan banyaknya hakim yang melanggar kode etik. Oleh karena itu Mahkamah Agung (MA) harus segera menindaklanjuti rekomendasi KY yang telah memberikan sanksi kepada 48 hakim karena terbukti melanggar kode etik. 

 

"Karena pada dasarnya, hakim harus bersih dari segala kepentingan maupun kelalaian. Integritas hakim harus tetap dijaga," ujar Arifin Nur Cahyo kepada Harian Terbit, Senin (3/5/2021).

 

Arifin mengemukakan hal ini menyusul pemberian sanksi 48 hakim oleh Komisi Yudisial (KY) RI karena terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim (KEPPH) pada kuartal pertama 2021.

 

"Hal ini untuk menjamin pengawasan yang dilakukan KY tetap menjunjung kehormatan dan keluhuran martabat hakim," kata Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY Sukma Violetta di Jakarta, Senin (3/5/2021).

 

Selingkuh

 

Arifin menilai, hakim sebagai "wakil Tuhan" di dunia harus mempunyai integritas yang tinggi. Karena hakim adalah manusia pilihan yang dalam keputusannya harus adil dan obyektif. Sehingga dalam keputusannya tidak merugikan orang - orang yang mencari keadilan..

 

"Sebagai pengawas, KY sudah menjalan fungsinya dengan baik. Tinggal bagaimana langkah MA dalam menjalankan rekomendasi..Semoga dengan laporan ini Hakim terjaga integritasnya," paparnya. 

 

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengatakan, hakim juga manusia, tidak lepas dari khilaf, walaupun hakim berstatus sebagai wakil Tuhan. Oleh karena itu ketika bicara materi dalam persidangan ada peninjauan kembali (PK) karena ada kekhilafan hakim terkait dengan novoum atau bukti baru.

 

"Kalau berkaitan dengan KY ada etika yang dilanggar seperti selingkuh dalam arti luas seperti menerima suap. Kalau selingkuh dalam arti sempit main perempuan atau laki-laki," ujar Boyamin.

 

Prinsipnya, sambung Boyamin, jika ada yang salah harus diberikan sanksi. Sanksinya mulai dari ringan, teguran, sampai pemberhentian tidak hormat. Jadi walaupun hakim sebagai wakil Tuhan, tapi hakim tetap manusia. Tidak ada manusia itu setengah dewa, apalagi manusia dewa. 

 

"Oleh karena itu ada KY, pengawas, yang tujuannya untuk menjaga dan mengawasi. Jika melanggar ada yang memberikan sanksi," paparnya.

 

Wakil Tuhan

 

Pengamat hukum dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Litigasi, Jakarta,  Joran Pulungan mengatakan, meskipun hakim wakil Tuhan di dunia, tapi hakim juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Hal ini terbukti hampir tiap tahun dalam raporan tahun KY banyak hakim yang diberikan sanksi karena melanggar kode etik. 

 

"Sebagai pengawas, KY hanya memberikan rekomendasi ke MA untuk ditundaklanjuti sanksi atas pelanggaran kode etik dan perilaku hakim di lingkungan MA," ujarnya.

 

Joran memaparkan, pelanggaran kode etik itu ada kategorinya, ada ringan, sedang dan berat. Misalnya menerima suap atas kasus yang ditanganinya, nikah sirih dengan orang lain tanpa sepengatahuan istri atau suami, dan lain-lainnya. Ada beberapa faktor yang membuat hakim melanggar kode etik. Di antaranya, karena ingin integritas dan profesional dalam menangani kasus. 

 

"Bisa juga terlibat asmara baik sesama hakim maupun di luar hakim karena jauh dari keluarga," paparnya.

#Hakim   #ky