2 Penyuap Mantan Mensos Juliari Batubara Dihukum Masing-masing 4 Tahun Penjara

yp
2 Penyuap Mantan Mensos Juliari Batubara Dihukum Masing-masing 4 Tahun Penjara
Ilustrasi sidang. (pixabay)

JAKARTA – Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman masing-masing 4 tahun penjara kepada dua penyuap mantan Menteri Sosial Juiari Batubara. Keduanya dianggap terbukti memberi suap dalam kasus pengadaan bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19.

Kedua terdakwa adalah Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, pengusaha Harry Van Sidabukke.

"Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim, Rianto Adam Pontoh, membacakan amar putusan, Rabu (5/5/2021).

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp100 juta subsider empat bulan kurungan. Putusan majelis majelis hakim ini sama dengan tuntutan yang diajukan jaksa KPK.

Dalam menjatuhkan putusan, majelis hakim mempertimbangkan hal memberatkan, yakni kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mencegah dan memberantas terjadinya tindak pidana korupsi. Terlebih tindak pidana dilakukan terkait   pengadaan bantuan sosial sembako dalam penanganan dampak Covid-19.

Sedang hal yang meringankan kedua terdakwa belum pernah dihukum dan berlaku sopan dalam persidangan serta masih mempunyai tanggungan keluarga.

Hakim juga menolak permohonan justice collaboratore (JC) kedua terdakwa. “Dari uraian fakta dan duhubungkan syarat JC, maka majelis berpendapat terdakwa tidak memenuhi kriteria JC. Sehingga permohonan penasihat hukum terdakwa tidak bisa dikabulkan," ujar Rianto.

Hakim meyakini kedua terdakwa terbukti menyuap Juliari Batubara Rp3,2 miliar.Ini dilakukan untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Jabodetabek tahun anggaran 2020.

Harry diyakini memberikan suap senilai Rp1,28 miliar kepada Juliari. Sedangkan, Ardian memberi suap sebesar Rp1,95 miliar. (*/yp)