Umat Islam Bisa Marah

Safari
Umat Islam Bisa Marah
Ilustrasi aksi massa umat Islam

Jakarta, HanTer - Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin mengatakan, jika cap radikalisme terus dituduhkan atau diarahkan pada umat Islam apalagi berimpit dengan faktor kesulitan ekonomi maka umat bisa ngamuk dan terjadi kekacauan, keadaaan Indonesia bisa chaos. 

Gus Amin, panggilan akrab Aminudin menyarankan umat Islam untuk menggunakan strategi yang inklusif (terbuka) dalam melawan kezaliman penguasa. Seperti yang dilakukan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ketika menghadapi Orba. Waktu tahun 1990-an awal Gus Dur berusaha mendekatkan NU dengan Presiden Soeharto dalam berbagai forum seperti Pondok Genggong, dan lainnya.

"Bahkan Gus Dur sejak 1997 sangat mesra dengan Mbak Tutut, putri Pak Harto. Tapi Gus Dur dalam mendirikan Forum Demokrasi (Fordem) yang anggotanya banyak yang kritis pada penguasa," jelasnya.

Jadi, sambung Gus Amin, umat Islam bisa diadu domba karena di antaranya tidak solid sehingga mudah terpecah belah.

Pengamat politik Rusmin Effendy jug mengecam sikap pemerintah yang sering mengkambing hitamkan umat Islam dengan label radikalisme. "Sejak zaman Soekarno, Islam sering menjadi label politik untuk membungkam lawan-lawan politik yang berbeda pendapat dengan rezim berkuasa. Kondisi ini lebih parah lagi di era Jokowi," kata dia.

“Tapi umat Islam tak pernah sadar. Contohnya, kriminalisasi terhadap ustad, kyai dan para habaib adalah bukti nyata rezim Jokowi meremehkan umat Islam,” paparnya. 

Memprihatinkan

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212, Novel Bamukmin mengatakan, saat ini negara Indonesia sedang dalam keadaan sangat memprihatinkan dimana ulama dikriminalisasikan dengan dalih radikalisme. Padahal sejatinya negara ini bisa merdeka adalah sebagian besar adalah perjuangan para ulama yang mengorbankan harta dan nyawanya.

"Selama 350 tahun para ulama melawan penjajahan, artinya sebelum ada NKRI, TNI dan Polri," ujar Novel Bamukmin kepada Harian Terbit, Kamis (6/5/2021).

Namun, sambung Novel, saat ini nasib para ulama yang istiqomah menjadi pesakitan. Padahal sangat jelas para ulama tidak pernah berambisi akan kekuasaan. Para ulama hanya mau komunis tidak ada di NKRI. Selain itu agama juga jangan dinistakan serta Pancasila, sebagai hasil kesepakatan bersama untuk tidak dikhianati.

"Kalau keadaan ini terus terjadi, ulama dikriminalisasi, umatnya disudutkan radikal maka akan mengancam keutuhan bangsa dan terjadi perpecahan," tegasnya.

Novel memaparkan, tentunya sebagai pihak yang disudutkan maka umat Islam bisa kembali terjadi kekacauan.  Masyarakat bisa mengamuk dan turun ke jalan menyampaikan aspirasi. Oleh karena itu hentikan menyudutkan umat Islam sebagai radikal sebelum semuanya terlambat.

#islam   #umat   #presiden   #jokowi