MUI Minta Istana Melakukan Klarifikasi, Promosi Babi Panggang Jokow Bikin Gaduh dani Dikecam

Safari/Danial
MUI Minta Istana Melakukan Klarifikasi, Promosi Babi Panggang Jokow Bikin Gaduh dani Dikecam

Jakarta, HanTer - Babi panggang (Bipang) Ambawang, makanan khas daerah Kalimantan Barat bikin heboh dan gaduh setelah video Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempromosikan berbagai kuliner khas daerah untuk oleh-oleh mudik yang bisa dipesan secara online. Pernyataan Jokowi tersebut dinilai tidak tepat saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah puasa dan tak lama lagi merayakan Hari Raya Idul Fitri.

 

Pendiri Lembaga Solidaritas Hijrah, Ustadz Ali Yusuf, SH mengaku prihatin dengan pernyataan Presiden Jokowi yang mempromosikan Bipang Ambawang untuk oleh-oleh Idul Fitri. Padahal Bipang Ambawang adalah makanan haram untuk umat Islam. Sehingga promosi oleh - oleh Bipang Ambawang untuk merayakan Idul Fitri secara online di tengah pandemi Covid-19 tidak sesuai ajaran Islam.

 

"Saya mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun nauzubillahminzalik," ujar Ustadz Ali Yusuf, SH kepada Harian Terbit, Minggu (9/5/2021).

 

Menurutnya, jika menyampaikan tentang tema kuliner secara nasional tentu tak masalah menawarkan Bipang sebagai bentuk keragaman budaya. Tapi yang dilakukan Jokowi adalah menawarkan bipang dengan tema lebaran.

 

"Sangat jelas memakan babi berdasarkan syariat Islam diharamkan. Ini malah Presiden-nya menawarkan kepada orang yang merayakan lebaran memesan bipang yang diharamkan," tandasnya.

 

Ali berharap Majelis Ulama Indonesia membentuk tim untuk meminta klarifikasi presiden apa maksud ucapannya. ‘Sebaiknya umat Islam untuk tidak terpancing dengan meningkatkan kualitas iman dan taqwa di hari terakhir Ramadhan,” ujarnya.

 

Memprihatinkan

 

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212, Novel Bamukmin menegaskan, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan Bipang Ambawang sangat memprihatinkan. “Pernyataan Jokowi membuat kegaduhan,” kata Novel kepada Harian Terbit, Minggu (9/5/2021).

 

Novel mencurigai pernyataan Jokowi tersebut untuk mengalihkan isu -isu besar seperti kasus korupsi, hutang yang semakin besar dan terpuruknya ekonomi.

 

Minta Klarifikasi

 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan meminta kalangan Istana melakukan klarifikasi terkait ucapan Bipang. Klarifikasi dinilai penting agar kegaduhan terkait menu Bipang yang haram bagi umat Islam tidak terus bergulir.  "Agar kegaduhan ini segera mereda," katanya, Sabtu (8/5/2021).

 

Klarifikasi ini, lanjut Amirsyah, juga sangat penting agar umat paham apa yang sebenarnya sedang dipromosikan oleh Presiden Jokowi. "Saya pikir klarifikasi ini harus cepat disampaikan agar publik paham, karena kata Bipang dengan Jipang sebutan diksinya hampir mirip tapi sebetulnya beda produk," ujarnya.

 

Menurutnya, jika Bipang Ambawang yang di maksud dari Kalimantan maka jelas bahwa yang dimaksud adalah babi panggang. Apa yang disampaikan itu dalam pandangan Sekjen MUI menimbulkan pertanyaan. Karena imbauan tersebut dikemukakan di tengah bulan suci Ramadan dan menjelang Lebaran Idulfitri bagi umat Islam. 

 

"Ini penting sebetulnya dimaksud itu apa agar tidak menimbukan salah paham," ucapnya menegaskan.

 

Amirsyah mengungkapkan sebaiknya dan sudah seharusnya kita fair dalam menilai pidato presiden, teks, dan konteksnya dalam suasana menjelang Idulfitri yang merupakan perayaan terbesar untuk Umat Islam. Sehingga tentu yang dibicarakan adalah makanan halal, bukan makanan haram. 

 

Ketua MUI Bidang Ukhuwah dan Dakwah Cholil Nafis melalui akun Twitternya menyatakan, "sepertinya hanya baca teks promo aja tanpa menghayati maknanya, bahwa liburan lebaran makannya ketupat bukan bipang. Maunya mensponsori makanan khas Indonesia tapi lupa sasaran konsumennya."

 

"Besok2 jangan jadi endorsmen lagi ya klo belum bisa memetakan pasarnya. Bipang ohhh ..," demikian cuitan Cholil, Sabtu (8/5/2021).

 

Gaduh

 

Mendag Muhammad Lutfi menanggapi kegaduhan soal Bipang Ambawang. Menurut Lutfi, dalam konteks pernyataan Jokowi tak lain adalah mempromosikan produk kuliner dalam negeri. Lutfi menyampaikan, pernyataan tersebut memang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam konteks yang luas. Sebab, kuliner nusantara sangat beragam dan memiliki khas masing-masing.

 

“Dari Presiden, kami mohon maaf jika terjadi kesalahan karena niat kami agar kita bangga produk dalam negeri termasuk khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita,” kata Lutfi dalam video di akun YouTube Kemendag RI, Sabtu (8/5/2021). 

 

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengemukakan, jika masyarakat menyimak pernyataan Presiden Jokowi dalam video yang diunggah di channel Youtube secara keseluruhan, akan tampak bahwa Presiden menyampaikan Bipang Ambawang itu dalam konteks mencintai dan mempromosikan produk lokal Indonesia yang dapat dipesan secara online. 

 

‘’Pernyataan Jokowi tersebut diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, masyarakat Indonesia yang beragam yang terdiri atas berbagai agama, suku, golongan, yang tersebar di berbagai provinsi, kabupaten, juga kota-kota yang tersebar di seluruh Indonesia,’’ kata Ahmad Basarah di Jakarta, Sabtu (8/5/2021).