Warga Dilarang Mudik, WNA China Bebas Masuk Indonesia

Safari
Warga Dilarang Mudik, WNA China Bebas Masuk Indonesia
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Gelombang kedatangan warga negara asing (WNA) asal China ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, hingga hari ini masih terus berlangsung. Mereka meninggalkan bandara diangkut menggunakan bus besar. Hal ini tentu sangat miris yang saat ini ada larangan mudik bagi masyarakat yang ingin merayakan hari raya Iedul Fitri di kampung halaman.

Wakil Ketua DPR dan Ketua Timwas Pelaksanaan Penanganan Bencana COVID-19 DPR Abdul Muhaimin Iskandar mengusulkan pemerintah  membuat kebijakan yang menolak seluruh kedatangan warga negara asing (WNA) selama masa pelarangan mudik.

"Masyarakat saat ini tengah berupaya mengikuti aturan larangan mudik dan membatasi mobilitas selama libur Lebaran," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Wakil Ketua DPR RI menyampaikan hal tersebut terkait dengan kedatangan sebanyak 85 WNA asal China yang saat ini menjadi sorotan publik.

Ia berpendapat bahwa masuknya rombongan WNA ke Indonesia di tengah larangan mudik, pasti akan menimbulkan pertentangan di tengah masyarakat dan memunculkan persepsi publik bahwa kebijakan soal pencegahan penularan COVID-19 tidak berlaku secara adil dan menyeluruh.

“Sudah selayaknya Satgas Penanganan COVID-19 dapat menjelaskan kepada masyarakat mengenai masih diizinkannya WNA masuk di tengah kebijakan pelarangan mudik, yang tengah digalakkan pemerintah menjelang Lebaran dan antisipasi masuknya varian baru. Sebab, kondisi ini membingungkan masyarakat yang dibatasi mobilitasnya saat Lebaran," ucapnya,” kata 

Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DPC DKI Jakarta, Alson Naibaho juga mengaku prihatin dengan adanya kebijakan kedatangan WNA China ditengah larangan mudik untuk masyarakat lokal. Hal ini tentu tidak memberikan rasa keadilan sebagaimana pemimpin. Padahal Jokowi juga dipilih dengan memberikan kesejahteraan dan keadilan untuk rakyat.  

"Kita menghargai jika pemerintah melarang mudik, kalau tujuannya adalah antisipasi penyebaran Covid -19. Tapi kenapa TKA dari luar negeri khususnya China bisa masuk Indonesia? Ada apa dengan pemerintah kita? Bukankah seharusnya warga negara asing lebih diperketat untuk masuk ke Indonesia?," tanya Alson Naibaho kepada Harian Terbit, Minggu (9/5/2021).

Alson pun menyebut, pemerintahan Jokowi sangat luar biasa membela TKA China untuk masuk ke Indonesia. Sementara disaat yang sama banyak warga Indonesia yang masih menganggur. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 yang membuat banyak perusahaan gulung tikar dan mem-PHK karyawannya.  

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal juga menyebut, keberadaan ratusan TKA China di Indonesia bisa mengancam lapangan pekerjaan bagi para buruh kasar lokal. Said pun menegaskan pihaknya menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2021 turunan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja tentang TKA.

“Kenapa KSPI tidak setuju buruh kasar TKA, khususnya TKA China buruh kasarnya masuk ke Indonesia? Karena mengancam lapangan pekerjaan orang Indonesia. Ini juga melanggar Undang Undang Dasar (UUD) Tahun 1945," ujar Said dalam konferensi pers virtual di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diketahui, gelombang kedatangan Warga Negeri Asing ( WNA) China ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, hingga hari ini masih terus berlangsung. Gelombang kedatangan pertama WNA China di Indonesia melalui Bandara Soetta , terjadi pada Selasa (4/5/2021) sekitar pukul 14.55 WIB. Saat itu, 85 WNA China datang dengan pesawat charter China Southern Airlines.

Gelombang kedua WNA China, datang pada 6 Mei 2021. Saat itu, para WNA China datang dengan pesawat Xiamen Air MF855. Tercatat, 46 WNA China menumpang pesawat itu. Pada gelombang kedatangan yang kedua ini, para WNA China tidak berjalan mulus. Mereka harus melewati pemeriksaan dokumen dan kesehatan hingga berjam-jam. Dari informasi itu, hanya 17 WNA China lolos pemeriksaan.

Sabtu (8/5/2021) kemarin, gelombang WNA China kembali berdatangan ke Indonesia, melalui Bandara Soetta. Kali ini, mereka menumpang pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-387. Tercatat, pesawat membawa sekitar 166 orang. Dari total 166 penumpang itu, 157 WNA China, dan 3 lainnya merupakan penumpang WNI.

"Dari pemeriksaan dokumen paspor secara acak, didapatkan bahwa para WNA China tersebut masuk ke Indonesia dengan KITAS," kata sumber yang didapat Harian Terbit, Sabtu (8/5/2021).

Sesuai Aturan

Sementara itu, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting mengatakan, seluruh WNA China yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Soetta, sudah memenuhi aturan keimigrasian.
Perjalanan mereka juga dikatakan, telah sesuai dengan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia dan telah melewati pemeriksaan dokumen perjalanan dan kesehatan.

"Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan tujuan wisata," katanya. 

Fraksi PPP

Fraksi PPP DPR RI menyayangkan WNA Tiongkok masuk ke Indonesia pada saat pemerintah berupaya keluar dari pandemi COVID-19.

"Kami menyayangkan adanya informasi kedatangan WNA Tiongkok ke wilayah Indonesia menggunakan pesawat carter pada saat Indonesia sedang berusaha kuat keluar dari ancaman bahaya COVID-19," kata Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu. 

#Mudik   #lebaran   #corona   #covid-19   #pariwisatan   #wna   #china