Pejabat Ungkap Ihwal Potongan Rp10 Ribu/Paket Bansos di Kemensos
Foto : Ilustrasi sidang. (pixabay)

JAKARTA - Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos), Pepen Nazaruddin, mengungkapkan pemotongan Rp10 ribu pada pengadaan bansos sembako penanganan Covid-19 di Jabodetabek. Kasus ini telah menjadikan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara sebagai tersangka. 

Hal itu disampaikannya saat memberi kesaksian dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Senin (10/5/2021). Menurutnya, pemotongan tiap paket Rp10 ribu itu diketahui Pepen dari pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Adi Wahyono.

Pemotongan dilakukan KPA Kemensos, Adi Wahyono, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso.

Ia menyebut pemotongan oleh Adi dan Matheus Joko utu sebagai tindak lanjut dari fee pengadaan paket bansos sembako. "Rp 10 ribu, untuk fee paket," ungkapnya.

Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis, kemudian mendalami ucapan Pepen dengan menanyakan pemungut fee tersebut. 

"KPA dan PPK," jawab Pepen.

Hakim kemudian menanyakan siapa yang berinisiatif melakukan pemotongan.

"Setahu saya inisiatif mereka," jawab Pepen.

Mendengar jawaban itu, hakim kemudian mengatakan, "saya ingatkan saudara, apakah saudara mengetahui siapa yang memerintahkan melakukan pemotongan Rp10 ribu per paket?"

Pepen kemudian menjawab, "mengetahui, Bapak Juliari."

Ia kemudian menambahkan, "KPA diakhir-akhir menyampaikan ada perintah untuk pemotongan seperti itu." (*/yp)