Bupati Nganjuk dan Camat-Camat Penyuap Jadi Tersangka

us
Bupati  Nganjuk dan Camat-Camat Penyuap Jadi Tersangka

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan ajudannya M Izza Muhtadi bersama dengan lima orang bawahannya menjadi tersangka kasus jual beli jabatan. 

Lima anak buah bupati Nganjuk itu adalah Dupriono, yang merupakan camat Pace, Edie Srijato selaku Camat Tanjunganom dan Plt Camat Sukmoro, Haryanto  selaku camat Berbek, Bambang Subagio Camat Loceret dan Tri Basuki Widodo selaku mantan Camat Sukmoro.

"Yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka, Bupati Nganjuk NRH diduga sebagai penerima suap dalam kasus jual beli jabatan," kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Djoko Poerwanto. 

Proses penanganan kasus jual beli jabatan di Kabupaten Nganjuk tersebut, menurut penyidik Direktorat Tidak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, terus berproses. Sebelumnya proses penyelidikan dan kini sudah memasuki tahap penyidikan.

Menurut Brigjen Djoko, barang bukti yang sudah disita berkaitan kasus tersebut berupa uang tunai sebesar Rp647.000.000 yang berasal dari brankas pribadi Bupati Nganjuk. Ada pula delapan unit telepon seluler dan satu buku tabungan Bank Jatim atas nama Tri Basuki Widodo.

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditangkap tim gabungan KPK dan Bareskrim Polri Minggu (9/5). Dalam penangkapan itu sejumlah orang diamankan dan disita barang bukti berupa sejumlah uang dalam bentuk pecahan rupiah Rp50.000 dan Rp100.000.

Bupati diduga melakukan jual beli jabatan untuk mengisi sejumlah posisi di wilayah kekuasannya. Belum diketahui secara pasti berapa nilai suap dalam pengisian jabatan itu. Tetapi ada yang menyebut, antara Rp50 juta hingga Rp100 juta per posisi.(us)