Aparat Garang Hadapi Pemudik, Hilang Saat TKA China Datang

us
Aparat Garang Hadapi Pemudik,  Hilang Saat TKA China Datang
ilustrasi (ist)

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan kekesalannya terkait kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang terus mengalir. Bahkan, menurut keterangan tertulisnya, pada saat Lebaran, Kamis (13/5) rombongan TKA yang berjumlah 114 orang datang dengan mencarter pesawat tiba di Bandara Soetta.

Kedatangan TKA asal China tersebut sungguh ironi, karena sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melarang pesawat charter digunakan membawa WNA atau TKA. Ternyata tidak ada satupun halangan ketika ada TKA datang dengan pesawat charter.

Said Iqbal dalam keteranganya mengkritik keras sikap pemerintah yang tidak jelas tersebut. "Lagi-lagi TKA digelar karpet merah oleh pemerintah. Ini sangat menciderai rasa keadilan buruh indonesia," katanya dalam keterangan tertulis Sabtu (15/5/2021).

Menurutnya aneh, TKA datang tetapi Menko, Menaker, Dirjen Imigrasi dan Satgas Covid-19 diam seribu bahasa. Ironisnya masyarakat dan buruh yang hendak kemana-mana dihadang. Mereka mau mudik dicegat diputar balik.

"Padahal buruh yang mudik tidak mencarter pesawat, tetapi membeli sendiri bensin motor dan makannya, di saat sebagian dari mereka uang THR-nya tidak dibayar penuh oleh pengusaha," tegasnya.

Pemerintah, Satgas Covid-19 dan seluruh aparat seperti tidak berdaya menghadapi TKA China yang datang setiap saat. "Hilang kegarangan para pejabat, yang sepertinya hanya berlaku untuk warga sendiri yang mau mudik dengan menyekat diperbatasan kota," kata Iqbal.

KSPI juga menduga para TKA asal China tidak lebih dari buruh kasar tetapi diperlakukan seperti para ahli. KSPI dan buruh menolak kedatangan mereka. "Inilah buah dari berlakunya Omnibus law UU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan sehingga buruh kasar masuk Indonesia tidak perlu izin tertulis dari menteri," ujarnya.(us)
 

#tka   #china   #mudik   #dicegat