Partai dan Ormas Islam Sulit Dukung Duet Prabowo - Airlanga di Pilpres 2024
Foto : Prabowo Subianto dengan Airlangga Hartarto

Jakarta, HanTer - Saat ini ada upaya memasangkan Prabowo Subianto dengan Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024. Duet ini dinilai potensial karena mereka berasal dari partai yang mempunyai elektabilitas tinggi. 

"Kalau Gerindra dan Golkar berkoalisi, sudah memenuhi ambang batas presiden untuk mengusung Prabowo - Airlangga. Sebab pada Pileg 2019, Gerindra memperoleh 12,57 persen atau 78 kursi dan Golkar dapat 12,31 persen atau 85 kursi," ujar Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga dalam keterangannya kepada Harian Terbit, Kamis (3/6/2021).

Jadi, sambung Jamil, jika dua partai Gerindra dan Golkar berkoalisi, maka tidak perlu pusing lagi memperoleh perahu untuk mengusung duet Prabowo - Airlangga. Namun yang menjadi masalah, siapa yang layak menjadi capres dan cawapres di Pilpres 2021 mendatang. Karena jika dilihat dari Pileg 2019,  perolehan suara Gerindra dan Golkar tidak berbeda signifikan. 

"Karena itu, baik Prabowo maupun Airlangga bisa menjadi capres atau cawapres," paparnya.

Namun, lanjut Jamil, jika dilihat dari elektabilitas personal, elektabilitas Prabowo jauh mengungguli Airlangga. Prabowo elektabilitas sangat tinggi, sementara Airlangga sangat rendah.
Atas dasar elektabilitas personal, maka Prabowo yang layak jadi capres dan Airlangga menjadi cawapres.

"Sayangnya, Prabowo dan Airlangga berasal dari partai nasionalis. Kalau pasangan ini diusung tentu akan berhadapan dengan calon PDIP yang juga dari nasionalis. Hal ini tentu tidak menguntungkan bagi pasangan Prabowo-Airlangga untuk memenangkan pilpres 2024," ungkapnya.

Jamil menyebut, jika calon pasangan ini ingin memenangkan pilpres 2024, maka perlu dukungan dari partai Islam atau ormas Islam yang cukup besar. Namun masalahnya siapa partai Islam dan Ormas Islam mau mengusung pasangan Prabowo-Airlangga. Karena hingga saat ini belum ada partai Islam yang mau mendukung  pasangan tersebut.

"Peluang itu sangat bergantung dari kemampuan Prabowo dan Airlangga menyakinkan partai Islam tentang peluangnya untuk menang pada pilpres 2024," paparnya.

Jamil meyakini, sebagian besar Ormas Islam tampaknya agak sulit untuk mau mendukung pasangan Prabowo-Airlangga. Sebab, Prabowo telah mengecewakan sebagian ormas Islam dengan masuknya ia ke Kabinet Jokowi.