Cak Imin Sebut Gibran Wali Kota Inspiratif Dunia, Padahal Baru 100 Hari Kerja
Foto : Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka

Solo, HanTer - Tidak terasa, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, telah memasuki 100 hari masa kepemimpinan. Putra sulung Presiden Jokowi itu dilantik bersama Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa pada 26 Februari.

Di masa 100 hari pemerintahan, Gibran mengakui tidak mudah memimpin Solo, terutama di tengah kondisi pandemi COVID-19.

"Saya akui masih banyak hal yang perlu dievaluasi. Tidak mudah memimpin Solo di tengah hantaman pandemi COVID-19," ujar Gibran, Sabtu (5/6).

Pengusaha martabak ini akan membeberkan semua program lanjutan setelah 100 hari. Untuk mewujudkan visi misi saat kampanye Pilwakot Solo 2020, tidak cukup direalisasikan cuma dalam 100 hari.

Meski baru 100 hari menjadi wali kota, Gibran mendapat puja-puji dari
Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin bertemu dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, di cafe Saudagar, Laweyan, Solo, Jumat (4/6/2021) malam.

Pertemuan keduanya dalam rangka menghadiri acara Grand Final Semarak Lebaran dan Memperingati Hari Lahir Pancasila. Orang nomor satu di PKB itu datang lebih dulu di lokasi pukul 20.13 WIB. Selang satu jam kemudian Gibran baru tiba pukul 21.19 WIB.

Cak Imin langsung memberikan puja-puji kepada putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

"Wali kota inspiratif dunia," sanjung Cak Imin kepada Gibran yang malam itu mengenakan jaket hitam dan celana jin.

Tidak berhenti di situ, momen keakraban juga diperlihatkan Muhaimin Iskandar dengan menepuk lengan Gibran sebelah kanan.
"Wali kota hebat, banyak inovasi," puji Cak Imin lagi.

Kemudian, seperti dikutip detik.com, keduanya juga terlibat percakapan ringan sembari menunggu acara pembacaan nominasi lomba oleh MC.

Sebelumnya, dalam sambutannya Cak Imin menyampaikan, adanya kegiatan ekspresi seni dan selawatan cukup bagus.

"Saya ingin menggarisbawahi bahwa selawatan ini penting, dan harus terus menjadi tradisi kita. Karena tidak ada satu pun umat Islam di Republik ini yang tidak selawatan," ungkapnya.

Muhaimin Iskandar juga berharap, dengan terus selawatan maka pandemi COVID-19 bisa segera berakhir.

"Saya yakin kalau selawat ini bergema terus, terus-menerus tiada henti pandemi akan segera berakhir di Republik kita, amin," urainya.