Sambangi Rizal Ramli, Presidium KAMI se-Jawa "Curhat" Soal Keadaan Bangsa Indonesia

Oni
Sambangi Rizal Ramli, Presidium KAMI se-Jawa

Jakarta, HanTer - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) se-Jawa melakukan diskusi dengan tokoh nasional Rizal Ramli, membahas kondisi yang sedang dialami bangsa Indonesia pada Selasa (8/6/2021). Diskusi dilakukan terkait dengan kajian dari Presidium KAMI se-Jawa yang melihat adanya sesuatu yang salah pada bangsa ini, baik karena pandemi Covid 19, maupun karena krisis Ekonomi.

Adapun yang hadir ke kediaman mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur antara lain Presidium KAMI Jatim, Daniel M Rasyid diwakili oleh Donny Handra Cahyono Komite Eksekutif, KAMI Jateng Mudrick SM Sangidu, KAMI Yogja Syukri Fadholi, KAMI Jabar, Syafril Sjofyan, DKI Jakarta Djudju Purwantoro dan Banten Abuya Shiddiq berserta jajaran kepengurusan masing masing.

"Tentu diperparah juga tentang KPK, Korupsi meningkat. Bansos untuk rakyat kecil yang dirampok. Banjirinya TKA terutama dari Tiongkok dan dana haji serta rakyat yang terbelah oleh buzzer sewaan. Ini mengacam rusaknya demokrasi," ujar Sekretaris KAMI se-Jawa, Sutoyo Abadi, melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

"Selain itu, mereka juga menyampaikan kekhawatiran dengan ketidakmampuan pemerintah saat ini untuk mencarikan jalan keluar dari multi krisis tersebut," katanya.

Menanggapi permasalahan itu, RR sapaan akrab mantan Menko Maritim itu menyampaikan, ditengah situasi yang tidak normal KAMI se-Jawa harus berjuang dengan pikiran yang sehat, berjuang dengan penuh keberanian demi kebenaran. Fokus terhadap apa yang diinginkan dan dikeluhkan rakyat. 

"Untuk menyelamatkan bangsa, jangan terjebak kepada hal teknis dan issue agama yang sengaja dimainkan oleh pihak Islamphobia seperti masalah Radikal Radikul dan intoleransi," ujar RR.

"Jangan pula seperti Buzzer sewaan tanpa argumentasi, menyerang pribadi, dengan tujuan menghancurkan karakter dan kredibilitas orang, tetapi harus masalah subsantif serta aktual dan faktual," tambahnya.

Tentang ketidakmampuan pemerintah mengatasi multi krisis, RR sebelumnya telah menyampaikan saran agar sebaiknya Jokowi mundur secara baik-baik, daripada "dipaksa" oleh rakyatnya sendiri.