Prabowo Tidak Bakal Menang Mudah, NasDem Gerilya Galang Manuver Politik 3 Pasangan Capres 2024

Anugrah
Prabowo Tidak Bakal Menang Mudah, NasDem Gerilya Galang Manuver Politik 3 Pasangan Capres 2024
Puan Maharani dan Prabowo Subianto

Jakarta, HanTer - Wacana duet Prabowo-Puan diprediksi menjadi pasangan terkuat di Pilpres 2024. Koalisi PDIP dan Gerindra ini bakal menjadi koalisi besar yang membuat kontestasi hanya diikuti oleh 2 pasangan calon presiden.

Karenanya, Ketua DPP Partai NasDem Saan Mustopa menilai, Pilpres 2024 akan lebih baik jika diikuti lebih dari dua pasang calon presiden (capres). Saan meyakini, penyelenggaraan akan lebih baik jika jumlah capres minimal tiga pasang.

"Belajar dari dua kali penyelenggaraan Pilpres 2014 dan 2019 yang hanya diikuti dua pasang Capres, menimbulkan efek negatif dengan terjadinya polarisasi di masyarakat. Jika lebih dari dua pasang capres, memungkinkan masyarakat punya banyak alternatif pilihan," terang Saan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/6).

Secara matematis, Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menjelaskan, dengan ambang batas 20 persen, Pilpres 2024 sangat memungkinkan menghadirkan tiga pasang capres.

"Jika asumsi presidential threshold 20 persen itu bisa menghadirkan lima pasang, sehingga jika tiga pasang capres sangat memungkinkan," kata Saan.

Dia mengungkapkan, NasDem sendiri tidak mempersoalkan dengan partai politik mana akan berkoalisi. 

"Dengan parpol mana pun, NasDem tidak masalah dalam berkoalisi. Yang terpenting bagi NasDem memiliki kesamaan visi dan komitmen kebangsaan yang sama," ujarnya.

Saan juga mengatakan, untuk mendapat calon pemimpin pada 2024, NasDem berencana akan menggelar konvensi capres. Lewat proses rekrutmen secara terbuka, lanjut Saan, nantinya konvensi akan menghasilkan pemimpin yang bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

"Selain bertanggung jawab kepada publik, publik juga bisa terlibat dari awal. Bukan hanya ketika sudah ada pasangan capres," tegas sekretaris Fraksi NasDem DPR RI itu.

"Melalui konvensi, kita ingin melahirkan calon presiden dan kelak jadi presiden memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, kapabilitas yang sangat memadai, dan melanjutkan kepemimpinan sebelumnya terkait berbagai kebijakan dan program," pungkas Saan.