14 Meninggal akibat Klaster Hajatan di Lamongan, Satgas  Covid-19: Tragedi

yp
14 Meninggal akibat Klaster Hajatan di Lamongan, Satgas  Covid-19: Tragedi
Ilustrasi (pixabay)

LAMONGAN - Sebanyak 14 orang meninggal akibat klaster Covid-19 hajatan di Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. 

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban, menyebut hal itu sebagai sebuah tragedi. 

"Kabar ini adalah tragedi. Tiap nyawa manusia amat berharga di atas apapun,” ungkap Zubairi dalam keterangannya Rabu (9/6/2021).

Tercatat klaster hajatan yang digelar usai Lebaran ini, menyebabkan 232 warga terpapar Covid-19. 

Sebanyak 25 orang di antaranya dirawat di rumah sakit, 179 orang menjalani isolasi mandiri di rumah, 14 lainnya dinyatakan sembuh, dan 14 lainnya meninggal dunia. 

"Jangan remehkan Covid-19. Perkuat literasi dan data sebagai kebenaran-sehingga kita bisa bertindak rasional. Mau berapa banyak lagi nyawa yang hilang karena Covid-19?” ujarnya lagi. 

Kasus klaster hajatan sepekan lalu membuat lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Lamongan. Status daerah itu masuk zona kuning dengan jumlah konfirmasi 2.886 orang, sebanyak 319 orang positif Covid-19, suspek meninggal 135 orang, dan positif Covid-19 meninggal 174 orang. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat menyebut dari 14 warga yang meninggal lima orang di antaranya telah positif Covid-19. Sembilan orang lainnya belum dapat dipastikan lantaran hasil swab test PCR belum keluar sehingga ada kemungkinan meninggal akibat Covid-19 tapi juga bisa karena penyakit lain. (*/yp)