Kasus Suap Pemkab Indramayu, KPK Panggil Tiga Pejabat di Provinsi Jawa Barat

Danial
Kasus Suap Pemkab Indramayu, KPK Panggil Tiga Pejabat di Provinsi Jawa Barat
Plt Jubir KPK Ali Fikri

Jakarta, HanTer - Ada tiga orang saksi yang dipanggil Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Kamis (10/6/2021), terkait perkara dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu tahun 2019.

Saksi pertama yang dipanggil hari ini adalah Yerry Yanuar, selaku Kepala BKD Provinsi Jawa Barat yang juga mantan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat (Jabar).

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka ABS (Ade Barkah Surahman)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, kepada wartawan (10/6/2021).

Dua saksi lainnya yang dipanggil adalah Kepala Bidang Anggaran BPKAD Provinsi Jabar yang juga mantan Kabid Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Jabar, Yuke Maulani; dan Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi pada Bappeda Kabupaten Indramayu, Woni Dwi Nanto .

Untuk kedua saksi tersebut, akan diperiksa untuk tersangka Siti Aisyah Tuti Handayani (STA) selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019.

Sedangkan, Ade Barkah merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019 dan 2019-2024.

Ade Barkah dan Siti Aisyah telah resmi ditahan pada Selasa (4/5), setelah sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Februari 2021.

Dalam perkara ini, Ade Barkah diduga menerima uang sebesar Rp 750 juta dari Carsa ES (CAS), selaku swasta yang telah divonis bersalah pada perkara sebelumnya dan telah memiliki kekuatan hukum tetap.

Sementara untuk Siti Aisyah, diduga menerima uang sebesar Rp 1,050 miliar yang diberikan oleh Abdul Rozaq Muslim (ARM) yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jabar periode 2014-2019. Uang itu merupakan sebagian uang yang didapat Abdul Rozaq dari Carsa sebesar Rp 9,2 miliar.

Pemberian uang itu, terkait dengan keinginan Carsa untuk dapat mengerjakan proyek peningkatan dan rehabilitasi jalan di Kabupaten Indramayu.

Carsa pun mendapatkan beberapa pekerjaan peningkatan dan rehabilitasi jalan, dari anggaran TA 2017-2019 yang bersumber dari bantuan Provinsi Jabar dengan nilai seluruhnya sekitar Rp 160,9 miliar.