ICW Laporkan Firli Bahuri ke KPK

yp
ICW Laporkan Firli Bahuri ke KPK
Ketua KPK Firli Bahuri dalam satu keterangan pers. (youtube kpk ri)

JAKARTA - Indonesia Corruption Watch kembali melaporkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri. 

"Pada hari ini ICW melaporkan kembali Firli Bahuri atas dugaan pelanggaran kode etik," ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Jumat (11/6/2021). 

Sebelumnya, ICW  melaporkan Firli ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK pada 2020. Pelaporan terkait  dugaan etik dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Laporan ICW kali ini terkait pemakaian helikopter yang dilakukan Firli dalam perjalanan Palembang-Baturaja. ICW juga sudah melaporkan  dugaan gratifikasi sewa helikopter oleh Firli ke Bareskrim Polri.

"Ini terkait pelaporan pidana yang sudah kami sampaikan ke Bareskrim Polri, namun bukan masalah pidananya, tapi masalah etik yang diatur dalam peraturan Dewas Nomor 2 tahun 2020 terutama pasal 4 yang mengatur bahwa setiap insan KPK salah satunya pimpinan KPK harus bertindak jujur dalam berperilaku," katanya. 

Kurnia menyebut Firli sudah tak berlaku jujur saat menyewa helikopter dengan tidak melaporkan ke lembaga yang dipimpinnya ketika ia
melakukan penyewaan.

"Ketika penerimaan sesuatu yang kami anggap diskon dalam konteks penyewaan helikopter itu menjadi kewajiban bagi Firli Bahuri melaporkan ke KPK," ucapnya. "Namun kami tidak melihat hal itu terjadi, maka dari itu kami melaporkan yang bersangkutan ke Dewas KPK."

Ia memastikan laporan ini tak sama dengan putusan etik Firli dalam penyewaan helikopter tersebut. 

Sebelumnya, Dewas telah melakukan sidang etik. Dewas kemudian menjatuhkan sanksi ringan karena Firli dianggap melanggar kode etik berupa gaya hidup mewah.

ICW menyebut Dewas KPK mestinya bisa mendalami kwitansi penyewaan helikopter yang diberikan Firli. 

"Nilainya sangat janggal. Satu jam penyewaan helikopter yang didalilkan oleh Firli sebesar Rp7 juta, kami tidak melihat jumlahnya seperti itu, karena 4 jam sekitar Rp30 juta justru kami beranggapan jauh melampaui itu, karena ada selisih sekitar Rp140 juta yang tidak dilaporkan oleh ketua KPK tersebut," kata Kurnia. 

Menurutnya, informasi yang didapat harga penyewaan helikopter jenis Eurocopter (EC) kode PK-JTO yang ditumpangi Firli harganya Rp39 juta perjam. Sementara Firli menyebut menyewa helikopter seharga Rp7 juta perjam.

Sejauh ini, Bareskrim Polri menolak menindaklanjuti laporan ICW karena dianggap telah dilalukan sidang etik internal oleh KPK. (*/yp)

#Firlibahuri   #kpk   #icw