Aliansi Rakyat Bali Sebut Korupsi Masalah Bangsa, Jadi Jangan Lemahkan KPK

Oni
Aliansi Rakyat Bali Sebut Korupsi Masalah Bangsa, Jadi Jangan Lemahkan KPK

Denpasa, HanTer - Sejumlah massa yang menamakan dirinya Aliansi Rakyat Bali, menggelar orasi, di areal Monumen Banjra Sandhi, Renon, Denpasar, Kamis (10/6). Dalam aksinya, mereka menyerukan bahwa Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) adalah permasalahan pokok bangsa.

Koordinator kegiatan, Jonatan Kevin, menyampaikan aksi itu sebagai simbol menyadarkan masyarakat bahwa masalah pokok bangsa adalah korupsi.  Apalagi saat ini lembaga independen mengawasi korupsi sedang mendapatkan masalah. “Tujuannya menyuarakan masalah pokok bangsa, adalah korupsi,” ujarnya.

Kevin menjelaskan yang ikut aksi  hanya 20 orang, karena menerapkan protokol kesehatan, bahkan sebelum aksi dilakulan peserta sudah jalani rapid tes. 

“Agendanya orasi,  membagikan bunga mawar kepada warga yang melintas, dan menyampaikan bahwa KKN pokok masalah bangsa,” tegas Kevin.

Ia juga menambahkan, salah satu semangat dari reformasi 1998 adalah membebaskan bangsa ini dan perilaku  KKN. Tapi sayangnya perilaku korupsi, kolusi, dan nepotisme tidak juga menghilang, justru menguat belakangan ini. 

“Ada banyak kasus korupsi besar yang tak terusik dan tidak tuntas hingga kini. Kasus-kasus lama belum selesai, muncul kasus-kasus baru yang tidak kalah besar, dibareng dengan isu pengalihan,” imbuhnya.

Maka dengan mekihat situasi tersebut, lanjutnya,  Aliansi Rakyat Bali menuntut untuk menyelesaikan kasus -kasus korupsi tanpa tebang pilih sampai ke akarnya. Selain itu, lanjut Kevin, hentikan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hapus UU revisi KPK. 

"Hukum pelaku korupsi dengan penghilangan hak politik untuk dapat dipilih menjadi pejabat publik. Bangun struktur KPK hingga tingkat kota/kabupaten untuk dapat memaksimalkan penyelesaian kasus-kasus korupsi, dan bangun sistem pembuktian hukum terbalik untuk kasus-kasus korupsi," pungkasnya.

#korupsi   #kpk   #bali