Kasus Dugaan Korupsi Pandemi Covid-19, KPK Periksa Sekda Bandung Barat

yp

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Bandung Barat, Ase p Sodikin, Jumat (11/6/2021). Ia diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Bupati nonaktif Bandung Barat, As Umbara Sutisna (AUS).

Pemeriksaan itu terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemkab Bandung Barat tahun 2020.

“Dijadwalkan pemeriksaan saksi untuk tersangka AUS di Polres Cimahi,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (11/6/2021).

KPK telah menetapkan AUS dan anaknya, Andri Wibawa, sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 di Dinas Sosial Pemkab Bandung Barat tahun 2020. KPK menduga tersangka AUS menerima uang Rp1 miliar sedang anaknya diduga mendapat Rp2,7 miliar.

Satu tersangka lain dalam kasus ini adalah M Totoh Gubawah, pemilik PT Jagat Dir Gantara dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang. Ia diduga menerima Rp2 miliar.

Selain Sekda Bandung Barat, penyidik KPK juga menjadwalkan memeriksa 10 saksi lain dalam kasus yang sama. Mereka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Pemkab Bandung Barat Asep Wahyu, Kabid Pendapatan BAPENDA Pemkab Bandung Barat Rega Wiguna.

Kemudian Kepala Dinas Sosial Pemkab Bandung Barat Sri Dustirawati, Kepala Dinas DPMPTSP Pemkab Bandung Barat Ade Zakir, Floren Sisca Della (ibu rumah tangga), Karyawan PT Jagat Dir Gantara Bagian Administrasi Umum Donih Adhy Heryady, Mohammad Riyad Mintarja (swasta).

Selanjutnya Djohan Chaerudin (wiraswasta), Wisnu Jaya Prasetia (ajudan bupati), dan Staf Pengelola Persidangan pada Sub Bagian Persidangan dan Perundang-undangan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Barat atau pegawai honorer Dicky Yuswandira. (*/yp)