Modus Preman yang Dilaporkan ke Jokowi: Tolak Rp5 Ribu, Rp20 Ribu Baru Kontainer Diangkut

yp
Modus Preman yang Dilaporkan ke Jokowi: Tolak Rp5 Ribu, Rp20 Ribu Baru Kontainer Diangkut
Presiden Jokowi menelepon Kapolri saat dialog dengan sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (youtube sekretariat presiden)

JAKARTA – Premanisme yang dikeluhkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok memang keterlakuan. Pemalak menolak urang receh Rp5 ribu.

Sehari sebelumnya, Kamis (10/6/2021), sopir kontainer mengadukan aksi preman saat berdialog dengan Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok. Menerima aduan itu, Presiden langsung menelepon Kapolri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menyebutkan ada 49 preman yang diamankan. Dalam pemeriksaan terungkap mereka tak hanya beroperasi di perusahaan tapi juga di pintu keluar atau di jalan raya. Bahkan pemalakan dilakukan sambil mengetuk kaca mobil truk.

Disebutkan, pemalak, biasanya oknum karyawan perusahaan, menolak bila sopir memberi Rp5.000. Buntutnya, pengangkutan barang ke container akan diperlambat.

 “Ini jadi seperti budaya, langsung bayar,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (11/6/2021). “Bahkan mereka begitu melihat uang Rp5 ribu ditolak, container tak diangkut. Kalau Rp20 ribu baru container diangkut oleh operator.”

Selain mengeluhkan pungli di pelabuhan, sopir juga mengeluhkan kejahatan saat kemacetan terjadi di jalan. Bandit bersenjata tajam kerap naik ke atas kontainer namun taka da yang berani melawan meski melihat keadaan itu karena khawatir mencelakai diri sendiri. (*/yp)

#jokowi   #preman   #pungli