Sidang Etik Penyidik Kasus Bansos; Tim Pendamping Bantah Ada Intervensi

zamzam
 Sidang Etik Penyidik Kasus Bansos; Tim Pendamping Bantah Ada Intervensi

Jakarta, HanTer - Tim Pendamping Sidang Kode Etik Dewan Pengawas KPK atas para penyidik bansos COVID-19, March Falentino, menyatakan dua orang penyidik KPK yang dilaporkan ke Dewas (terlapor) tidak pernah mengintimidasi dan melakukan kekerasan fisik terhadap pelapor yang merupakan saksi dalam perkara bansos.

"Sebelum menjelaskan perkara dugaan pelanggaran etik ini, perlu kami sampaikan klarifikasi isu yang beredar bahwa penyidik KPK melakukan intimidasi terhadap saksi. Kami tegaskan bahwa tidak pernah terjadi intimidasi apalagi kekerasan fisik," ujar March dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (11/6/2021)

Seorang saksi dalam kasus dugaan penerimaan suap oleh mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dalam pengadaan bansos sembako COVID-19 bernama Agustri Yogasmara alias Yogas melaporkan dua orang penyidik KPK yaitu MNP dan MPN.

Yogas dalam laporannya mengatakan kedua penyidik melakukan perbuatan tidak menyenangkan dalam proses penggeledahan dan pemeriksaan Yogas sebagai saksi dalam perkara bansos COVID-19.

"Dua orang penyidik yang dilaporkan dalam perkara dugaan pelanggaran etik ini adalah MNP dan MPN. Keduanya telah bekerja sejak 2007 dan selama 15 tahun, mereka telah memeriksa ratusan bahkan ribuan orang. Selama itu pula, tidak pernah melanggar kode etik, apalagi cacat Integritas," ujarnya.