Mahfud MD: Presiden Tak Mau Persoalan Papua Diselesaikan dengan Kontak Senjata
Foto : Menko Polhukam Mahfud MD. (instagram polhukamri)

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak ingin masalah Papua diselesaian dengan kekuatan senjata. 

Mahfud bertemu dengan pimpinan dan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) di Kementerian Koordinator Polhukam, Jumat (11/6/2021). MRP adalah wadah yang disediakan undang-undang untuk warga asli Papua dalam menyuarakan persoalannya.

“Kami saling menjelaskan dan bertukar pikiran, dan saya menjelaskan kebijakan pemerintah pusat di Papua, dimana mereka memahami bahwa apa yang sudah dan akan dilakukan, semua sesuai dalam koridor Konstitusi dan dengan pendekatan kesejahteraan,” ujar Mahfud melalui keterangan tertulis, Sabtu (12/6/2021).

Mahfud mengatakan Presiden Jokowi pada dasarnya tidak ingin persoalan di Papua diselesaikan dengan cara kontak senjata. Ia meyakinkan penegakan hukum yang dilakukan petugas kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), semata-mata ditujukan untuk memperlancar dialog dengan warga Papua.

"Prinsipnya sesuai arahan Presiden, menyelesaikan persoalan di Papua jangan dengan senjata dan letusan, tapi dengan dialog demi kesejahteraan," katanya.

Ketua MRP, Timotius Murib, menyebutkan kedatangannya untuk mengomunikasikan berbagai hal di tanah Papua, khususnya dalam menyikapi proses perubahan kedua Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 yang sedang bergulir di DPR. Dia mengatakan bahwa MIRP ingin menyampaikan aspirasi orang asli Papua kepada pemerintah pusat.

“Bapak Menko merespon sangat luar biasa aspirasi kami dan diakomodir dengan baik, melalui Dirjen Otonomi Daerah, yang hadir dalam pertemuan, supaya dapat disampaikan ke DPR, untuk jadi bahan pertimbangan, sekaligus masukan dan saran dari rakyat Papua," katanya. (*/yp)