Netizen Hormat dengan Sikap Kenegarawanan AHY: Pemimpin yang Santun dan Beradab, Ngajeni Wong Liyo
Foto : AHY menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa pada Menteri Yasonna. Akun Instagram @agusyudhoyono

Jakarta, HanTer - Berpulangnya Elisye Widya Ketaren, istri Menkumham Yasonna Laoly, mengundang simpati duka cita dari berbagai pihak. Diantara tokoh-tokoh yang melayat, terlihat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Demokrat, yang hadir bersama Sekjen Teuku Riefky Harsya dan beberapa jajaran pengurus DPP PD lainnya. 

Tampil rapih mengenakan jas hitam, AHY tampak takzim menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa pada Menteri Yasonna yang tampak sangat berduka.

Tak hanya melayat, AHY juga mem-posting ucapan duka cita melalui akun Twitter @agusyudhoyono: 

"Malam ini saya menyampaikan duka cita yg mendalam secara langsung kpd Menteri Yasonna Laoly di rumah duka RSPAD Gatot Subroto, atas kepergian Ibu Elisye Widya Ketaren. Semoga beliau diberi tempat terbaik di sisi Tuhan YME & Pak Menteri diberikan kekuatan serta ketabahan."

Tak ayal lagi, posting ini langsung mengundang pujian dari netizen. Ervan Purwanto (@evan_pita) berkomentar., "Nafas baru sosok pemimpin yang santun dan beradab "Ngajeni Wong Liyo” (memperhatikan orang lain -red).

Akun @76suka menulis, "Walaupun sdh diolok2 tp mas AHY gk baperan, tetap menunjukkan kesantunan dan kebesaran jiwanya, salut.” 

Hal senada ditulis oleh akun @guyubrahardjo, “Ini sikap kenegarawan menyampaikan turut berdukacita. Walaupun sehari sebelumnya sebagai bahan olokkan bapak yasona didalam rapat kerja dengan DPR, Bilang AHY bosnya pak Benny paling lama menjadi presiden.” 

Akun @callmerahmasaja menulis, "Walaupun bbrp hari lalu beliau bilang "bos nya Pak @BennyHarmanID masih lama jadi presiden" di DPR tapi mas Ketum tetap hadir malam ini. Benar2 berjiwa satria."

Sehari sebelumnya memang terjadi insiden saat Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI dengan Menkumham dan jajarannya, membahas draft RUU KUHP. Dalam sidang tersebut, saat menjawab kenapa pasal penghinaan terhadap Presiden dimasukkan padahal sudah ditolak MK, Menteri Yasonna Yasonna mengungkapkan pasal itu diperlukan untuk menjaga kehormatan kepala negara. 

“Tapi apa kita biarkan Presiden yang akan datang digituin? Karena mungkin saja satu di antara kita jadi Presiden,” ujar Yasonna. 

Ia melanjutkan, "Kalau bos Pak Benny (AHY -red) masih lama barangkali. Misalnya, contoh. Ya kan. masih muda. Canda, canda.”

Politikus PD Santoso SH langsung menyambar mikrofon dan minta Menteri Yasonna mencabut ucapannya. Yasonna kemudian minta maaf.