JAKARTA – Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab menyebut kliennya tak bermaksud menyerang siapapun saat membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Nota pembelaan itu dibacakan dalam kasus tes swab di RS Ummi Bogor.

"Itu bukan maksud menyerang, saya garis bawahi. Karena Habib hanya menjelaskan fakta dan tidak menyerang. Sekarang dijelaskan bahwa habib bertemu dengan si pulan si A si B menyerangnya dimana?" ujar Aziz Yanuar, di PN Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, kliennya mengungapkan kisah sejumlah pejabat yang berkomunikasinya. Ia menganggap hal ini justru bagus karena menimbulkan kesan pejabat yang dekat dengan rakyatnya.

"Maksudnya poinnya,” katanya. “Cuma kadang mohon maaf, angle-nya diambil beberapa pihak menyerang. Padahal yang dimaksud habib ada pertemuan umaroh terhenti sekarang sebab kenapa? Ya mari kita cari tahu ada orang lain nggak suka nih," tuturnya.

Dalam sidang yang digelar di PN Jakarta Timur hari ini, Senin (14/6/2021), Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan replik terhadap pleidoi Habib Rizieq. JAksa menilai pembelaan Habib Rizieq lebih banyak berkeluh kesah yang tak terkait perkara yang disidangkan. Termasuk menyebut nama sejumlah tokoh Negara.

"Jaksa menyatakan bahwa cerita-cerita yang disampaikan terdakwa tersebut, jaksa menilai tak ada relevansinya. Cerita terdakwa seakan-akan mencari panggung untuk menyalahkan pihak lain dan membenarkan secara sepihak yang dilakukan oleh terdakwa," ujar jaksa.  

“Dalam pleidoi terdakwa menyampaikan cerita-cerita yang tidak ada kaitannya dengan fakta hukum, dengan menyebut beberapa nama ada Budi Gunawan, eks Menko Polhukam RI Wiranto, Kiai Maruf Amin yang kini jadi Wapres RI atau Jendral Tito karnavian, pasukan khusus TNI yang semua nggak ada hubungannya dengan fakta-fakta persidangan dengan perkara aquo," kata jaksa. (*/yp)