Waspada! Infeksi Delta Varian Dua Kali Tingkatkan Keterisian RS
Foto : Epidemolog Dicky Budiman

Jakarta, HanTer – Epidemolog Dicky Budiman mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia dipengaruhi oleh varian-varian baru virus Corona. Ia memperkirakan puncak pandemi terjadi pada akhir Juni.

“Puncak kasus akhir Juni ini merupakan akumulasi perjalanan pandemi di Indonesia,” ujar Dicky Budiman melalui daring, Selasa (15/6/2021).

Penambahan kasus yang relatif cepat, menurutnya, disebabkan oleh varian alfa yang ditemukan di Inggris. Kemudian puncak pandemi berikutnya, ditambahkan Dicky, diprediksi terjadi pada Juli nanti.

“Pada puncak Juli nanti bisa lebih buruk, karena dipengaruhi oleh varian delta yang jauh lebih menular dari varian alfa,” katanya.

Ia mengatakan, varian delta berpotensi meningkatkan hunian rumah sakit. Karena pasien akan mengalami potensi gejala yang lebih buruk.

“Di India, varian delta gejalanya jauh lebih signifikan. Pasien dua kali lebih banyak dirawat di Rumah Sakit (RS) daripada terinfeksi varian alfa,” terangnya.

Dikatakan dia, delta varian baru Covid-19 bisa menginfeksi mereka yang sudah divaksinasi. Tentu saja ini sangat rawan bagi situasi di Tanah Air.

“Kenapa rawan? Karena cakupan testing dan tracing kita rendah, kecuali DKI Jakarta,” ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, laju vaksinasi di Indonesia sangat rendah. Hingga saat ini vaksinasi sua kali masih di bawah lima persen.

“Masyarakat dan pemerintah juga masih abai, ini juga menjadi rawan,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, varian delta memiliki kelebihan mudah masuk dan menempel pada sel atau tubuh manusia. Dan kemungkinan sangat kecil terdeteksi oleh sistem tubuh manusia.

“Ini harus diketahui agar kita lebih hati-hati. Karena tubuh yang terinfeksi delta varian ini sangat cepat drop,” ujarnya.