Duhai KPK, Fahri Hamzah Sangat Siap Diperiksa
Foto : Fahri Hamzah, politisi Partai Gelora. (instagram fahrihamzah)

JAKARTA - Nama mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, muncul dalam sidang kasus dugaan korupsi  benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Politisi Partai Gelora ini pun siap menjadi tersangka bila terbukti bersalah. 

Melalui akun pribadinya di Twitter, Fahri Hamzah menyampaikan kesiapannya menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Respon ini diberikan setelah namanya disebut dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Selasa (15/6/2021). 

"Demi kepastian hukum, saya bukan saja harus mau tapi harus rela jadi tersangka @KPK_RI jika itu hasil sebuah penemuan bukti yang valid," tulisnya. 

Fahri juga menyatakan tak akan sembunyi bila mendapat panggilan untuk pemeriksaan. 

"Gak usah takut saya gak akan lari. Ini tanah tumpah darah saya. Asalkan saya diberi hak membela diri secara terbuka di depan mahkamah," sambungnya.

Dalam sidang itu, jaksa menampilkan barang bukti elektronik berupa percakapan WhatsApp antara mantan Menteri KKP Edhy Prabowo dengan Safri, staf khususnya sekaligus Wakil Ketua Tim Uji Tuntas (Due Diligence) perizinan usaha perikanan budi daya lobster. Ada nama Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin disebut. 

Jaksa juga mengungkapkan keterlibatan Fahri Hamzah dalam kegiatan izin ekspor benih lobster ini. Dalam pesan percakapan Edhy diketahui memberi perintah langsung kepada Safri.

"'Saf, ini tim pak Fahri Hamzah mau jalan lobster. Langsung hubungi dan undang presentasi," kata jaksa membacakan pesan Edhy.

"Saksi menjawab, 'oke, bang.' Benar itu?" tanya jaksa.

"Betul," jawab Safri.

"Berarti memang ada perintah dari Edhy? Saudara saksi masih ingat nama perusahaannya?" tanya jaksa lagi. 

"Saya tidak tahu, tapi saya hanya koordinasi dengan saudara Andreau," kata Safri menyebut ketua tim uji tuntas perizinan usaha perikanan budi daya lobster. (*/yp)