ICW Sebut Nurul Ghufron Takut Sebut Firli Bahuri Penggagas TWK KPK
Foto :

JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengetahui penggagas tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). 

Ghufron memenuhi panggilan Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM) pada Kamis 17 Juni 2021. Ia menjalani pemeriksaan terkait TWK pegawai KPK yang menyebabkan 75 pegawai tak lolos. 

"ICW meyakini Nurul Ghufron bukan tidak tahu, melainkan berusaha menutupi atau mungkin takut menyebutkan bahwa Firli Bahuri adalah figur yang menggagas TWK untuk seluruh pegawai KPK," ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, dalam keterangannya, Sabtu (19/6/2021).

Ia justru menilai aneh jika Ghufron mengaku tak tahu penggagas TWK. 

"Nurul Ghufron adalah satu di antara lima komisioner KPK yang pada akhirnya sepakat untuk menyelundupkan TWK dalam Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2021," katanya.

Ia juga minta pimpinan KPK lainnya, yaitu Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Alexander Marwata, dan Lili Pintauli Siregar, serta Sekjen KPK datang memenuhi panggilan Komnas HAM.

"Jangan terus sembunyi di balik permasalahan ini," ujarnya. 

Usai memeriksa Wakil Pimpinan KPK Nurul Gufron, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut Ghufron tak bisa menjawab pertanyaan pencetus TWK. 

Namun Ghufron mengaku sudah menjelaskan detail dasar hukum pelaksaan TWK kepada Komnas HAM. Termasuk awal mula pertemuan KPK dengan pihak terkait di Gedung DPR pada 9 Oktober 2020. (*/yp)