Survei SMRC: Mayoritas Rakyat Ingin Presiden Dipilih Langsung, Bukan oleh MPR
Foto : Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA - Rakyat Indonesia menginginkan Presiden dipilih langsung, bukan oleh wakil-wakil di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 

Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan hasil 84,3 persen rakyat Indonesia menginginkan presidennya dipilih langsung. Hanya 8,4 persen warga yang setuju presiden dipilih oleh MPR. 

Direktur Komunikasi SMRC, Ade Armando, menyebut hasil survei juga memberi jawaban terkait sejumlah pihak yang ingin mengembalikan pola pemilihan presiden oleh parlemen. Cara tersebut pernah dilaksanakan sebelum amandemen UUD 1945 pada awal masa reformasi. 

"Saat ini ada kelompok-kelompok yang dengan beragam alasan mengangkat gagasan tentang perlunya pemilihan presiden dilakukan oleh MPR tanpa harus melalui pemilihan langsung oleh rakyat," katanya dalam rilis hasil survei nasional SMRC 'Sikap Publik Nasional terhadap Amendemen Presidensialisme dan DPD' yang dilakukan daring, Minggu, (20/6/2021). 

Menurutnya, hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat tidak ingin menerapkan pola seperti zaman orde baru. Saat itu, presiden dipilih tidak langsung melalui perwakilan di MPR.

"Hasil survei menunjukkan mayoritas rakyat tidak mendukung gagasan pemilihan presiden oleh MPR seperti di era Orde Baru," tambahnya. "Mayoritas rakyat menganggap pemilihan langsung sebagai pilihan terbaik."

Survei SMRC dilakukan pada 21 sampai 28 Mei 2021. Penelitian dilakukan dengan wawancara tatap muka melibatkan 1.072 responden yang dipilih melalui metode penarikan sampel random bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error penelitian ± 3.05%. (*/yp)