Sampaikan Surat Terbuka, Simpatisan Datangi PN Jakarta Timur Minta HRS Divonis Bebas
Foto :

Jakarta, HanTer - Pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) berencana menyambangi Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (21/6/2021). Upaya itu dilakukan guna menyampaikan surat terbuka kepada Majelis Hakim jelang sidang vonis atas kasus yang menjerat HRS dkk.

Ketua Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212, Slamet Maarif mengatakan, isi surat terbuka itu yakni meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bebas untuk tiga terdakwa kasus RS UMMI Bogor.

"Utusan yang akan datang ini mewakili warga masyarakat. Lagi diatur (waktu kedatangan dan jumlah perwakilan yang datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur)," kata Maarif di Jakarta, Senin (21/6/2021).

Maarif melanjutkan, kasus yang kini menjerat Habib Rizieq Shihab, Hanif Alatas dan dr Andi Tatat dinilai tak wajar. Menurut dia, kasus itu sarat dengan muatan politis dan kriminalisasi ulama.

"Bagi kami seseorang bila dipidana hanya menjelaskan karena kondisi kesehatan seseorang adalah sangat tidak masuk akal dan jauh dari rasa keadilan," ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, apa yang disampaikan Hanif Alatas terkait kondisi kesehatan Habib Rizieq Shihab saat menjalani perawatan di RS UMMI tidak bisa dianggap sebagai suatu kebohongan. Pasalnya, pembuatan video testimoni itu tidak lain untuk membungkam isu miring terkait kesehatan HRS yang dibilang kritis.

Sehingga, kami meminta kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara agar membebaskan mereka dari segala dakwaan dan tuntutan yang tidak masuk akal sehat tersebut," tuturnya.

Diketahui bahwq, JPU dalam kasus RS UMMI Bogor menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bersalah terhadap Rizieq dengan hukuman enam tahun penjara.

Sementara terhadap Hanif dan dr. Andi Tatat JPU menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bersalah dengan hukuman dua tahun penjara.

"Kami mendoakan Majelis Hakim agar Allah SWT kuatkan dari segala bujuk rayu dan tekanan dari jin oligarki. Sehingga memutus dengan putusan seadil-adilnya," tukasnya.