KPK Telisik Dugaan Aliran Uang Suap, Diterima Robin Pattuju Selain dari Syahrial
Foto : Pelaksana tugas Juru Bicara KPK Ipi Maryati

Jakarta, HanTer - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tengah menelisik dugaan penerimaan uang eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju, selain dari Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M. Syahrial. Dugaan itu didalami saat penyidik memeriksa Robin pada Selasa (6/6/2021).

“Penyidik masih terus mendalami penerimaan sejumlah uang dari pihak lainnya, selain Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial,” ujar pelaksana tugas juru bicara KPK Ipi Maryati, Rabu (7/7/2021).

Ipi belum menjelaskan secara detail, mengenai sumber ataupun jumlah uang yang diduga diterima oleh Robin. 

Hasil penyidikan, kata dia, akan dituangkan dalam surat dakwaan ketika penyidikan kasus ini rampung.

Robin seusai pemeriksaan menuturkan, dalam kasusnya yang terlibat hanya dirinya, Maskur dan Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial.

 “Tidak ada pihak lain yang terlibat,” ucap dia.

KPK menetapkan Robin karena diduga menerima Rp 1,3 miliar dari Syahrial. 
KPK menduga, suap diberikan dengan janji, Robin bisa menghentikan penyelidikan kasus Syahrial di komisi antirasuah.

Indonesia Corruption Watch (ICW) meragukan bahwa, Robin bekerja sendiri dalam mengurus kasus itu. 

"ICW meyakini, penyidik Robin tidak bertindak sendiri dalam perkara dugaan suap atau gratifikasi ini," jelas peneliti ICW Kurnia Ramadhana lewat keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).

Kasus ini menyeret dua nama lainnya, yaitu Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Lili diduga berkomunikasi dengan Syahrial ihwal perkembangan kasusnya di KPK. Lili dalam berbagai kesempatan membantah telah berkomunikasi dengan Syahrial soal kasus.

Sementara, KPK menduga Azis memfasilitasi pertemuan antara Stepanus Pattuju dan Syahrial. 

Politikus Golkar itu sudah diperiksa oleh KPK pada 9 Juni 2021 sebagai saksi. Dia bungkam seusai diperiksa.