Jokowi Ungkap Alasan Tak Mau Lockdown
Foto : Presiden Joko Widodo. (youtube sekretariat presiden)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan alasan tak memberlakukan kebijakan lockdown. Pilihan akhirnya jatuh pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali sejak 26 Juli sampai 4 Agustus 2020.

"Kemarin yang namanya PPKM darurat itu kan semi lockdown. Itu semi lockdown saja, saya masuk kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit minta untuk dibuka. Saya kira bapak ibu juga mengalami hal yang sama kan,” kata Jokowi kepada penerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM) di Istana Negara, Jumat (30/7/2020). 

Jokowi mengatakan pemerintah tidak bisa mengambil kebijakan lockdown seperti di negara lain. 

“Kalau lockdown kita bisa bayangkan, dan itu belum juga bisa menjamin dengan lockdown permasalahan menjadi selesai. Yang kita jalankan ini adalah sisi kesehatannya bisa ditangani, tapi sisi ekonomi juga pelan-pelan harus dijalankan. Tidak bisa kita tutup seperti negara lain, lockdown. Lockdown itu artinya tutup total," katanya. 

Jokowi mengimbau seluruh masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan secara ketat dengan memakai masker, cuci tangan habis berkegiatan, tidak berkerumun dan menjaga jarak. 

“Kita semua berharap agar pandemi ini segera selesai, selamat bekerja keras. Saat ini masih berproses menuju vaksinasi 70 persen. Diharapkan akhir tahun ini bisa kita selesaikan, Insya Allah. Kalau sudah 70 persen, paling tidak daya tular virus ini agak jadi terhambat jika sudah tercapai kekebalan komunal atau herd immunity,” katanya.  (*/yp)