KPK Setor ke Negara Uang Rampasan dari Kasus Korupsi Wahyu Setiawan
Foto : Ilustrasi (pixabay)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetor uang Rp654.800.000 ditambah 41.350 dolar Singapura ke kas negara. Uang itu dirampas dari terpidana korupsi yang juga mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. 

"Penyetoran ke kas negara berupa uang rampasan sejumlah Rp 654.800.000 dan 41.350 dolar Singapura," ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri kepada awak media, Jumat (30/7/2021). 

Menurutnya, hal itu dilakukan 
berdasarkan Putusan  MA RI No. 1857 K/Pid.Sus/2021 tanggal 2 Juni 2021  Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT DKI Jakarta Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 28/Pid.Sus-TPK/2020/PN. Jkt. Pst tanggal 24 Agustus 2020 telah dilaksanakan oleh Jaksa Eksekusi Andry Prihandono, Jumat (16/7/2021). 

Ia menyebut penyetoran merupakan komitmen KPK dalam melaksanakan aset recovery. 

"Ini dilakukan dengan terus melakukan penyetoran ke kas negara tidak hanya dari pembayaran uang denda dan uang pengganti namun juga dari berbagai uang rampasan hasil tindak pidana korupsi," katanya. 

Wahyu Setiawan menjadi terpidana kasus suap pengurusan pergantian antawaktu (PAW) anggota DPR dari Fraksi PDIP. 

Dalam persidangan ia terbukti menerima suap Rp 600 juta dari kader PDIP Saeful Bahri dan Harun Masiku terkait upaya agar Harun Masiku terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Padahal ia tidak memenuhi syarat.

Selain itu, Wahyu juga terbukti menerima gratifikasi  Rp400 juta dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang diserahkan melalui perantara Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo. 

Wahyu kini  mendekam di Lapas Kelas I Semarang untuk usai divonis 7 tahun penjara.(*/yp)