HNW Ajak Forum Betawi Rempug Bantu Rakyat Atasi Covid-19
Foto : Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mengajak Forum Betawi Rempug (FBR), berperan aktif membantu rakyat dalam mengatasi pandemi Covid-19. Hidayat mengingatkan  bahwa Covid-19 benar-benar ada. Covid 19  sudah banyak menimbulkan korban, di Jakarta khususnya, dan di Indonesia pada umumnya. Karena itu  sudah selayaknya apabila FBR juga membantu sesama Rakyat Indonesia. Dan tetap mengikuti anjuran baik dari Pemerintah maupun para Ulama untuk sehat dan selamat dari virus covid-19 termasuk dengan varian Deltanya. 

Hal ini disampaikan HNW saat ikut serta dalam kegiatan tahlil dan doa untuk Jakarta terbebas dari Covid-19 bersama dengan Forum Betawi Rempug (FBR) se-Jabodebatek Gardu 096. Acara tersebut berlangsung di Mangga Besar, Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (29/7). 

FBR sebagai Forumnya Warga Betawi, kata HNW tentunya mendukung budaya Indonesia, termasuk budaya Betawi, yang mengedepankan gotong royong dan bekerja sama untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat. “Apakah itu masalah yang terlihat kasat mata seperti masalah Narkoba, Miras, dan  Tawuran. Maupun  yang tidak terlihat kasat mata, seperti Covid-19 ini. Penting kita bergotong-royong, bersama-sama mengatasinya,” ujarnya. 

Menurut Hidayat, korban pandemi Covid-19 sudah banyak, dan berasal  dari berbagai kalangan. Ada anggota DPRD/DPR, Ulama, Olahragawan, Pendekar Silat, bahkan dokter pun sudah banyak yang wafat akibat Covid-19 ini. “Jadi, Covid-19 itu tidak membeda-bedakan suku, agama, ras dan antargolongan.  Tapi yang selamat dari covid juga sangat banyak dan beragam. Kita semua harus waspada tapi tetap optimis, apalagi dengan kebersamaan peran serta dan Pemerintah yang benar-benar melaksanakan kewajibannya,” tuturnya. 

Bila Pemerintah serius melaksanakan kewajibannya terhadap Rakyat, maka Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta agar warga Indonesia dengan berbagai organisasi kemasyarakatannya termasuk FBR, mendukung hal-hal baik yang dianjurkan pemerintah dan ulama untuk mengatasi COvid-19 ini. “Selama itu berkaitan dengan kemaslahatan Rakyat dan solusi mengatasi pandemi covid-19, dan apalagi bila itu juga sudah difatwakan oleh ulama kita di MUI, NU dan Muhammadiyah. Atau pun ulama internasional di Mesir, Arab Saudi, Turki, Malaysia dan sebagainya. Mereka semua berpendapat sama, bahwa kita harus berikhtiar maksimal untuk menjaga kehidupan, kesehatan dan kemaslahatan umum dengan sembuh/sehat tidak terkena Covid-19 ini,” ujarnya. 

Berbagai ikhtiar yang dimaksud adalah, terus menjaga protokol kesehatan, ikut dalam program vaksinasi, dan berbagai tindakan-tindakan lain yang dibenarkan dan dianjurkan  dari sudut pandang kedokteran dan agama. 

HNW menjelaskan dalam ajaran Islam terdapat istilah ‘Al Amru bis Syai’ amru bi wasailihi” (perintah untuk melaksanakan amalan sama halnya perintah untuk mengambil sarananya). “Kita diperintahkan untuk hidup sehat, maka segala cara untuk mencapai hidup sehat itu perlu kita jalankan. Dan sarana-sarana yang ada tentu bertujuan untuk selamatkan kita dari Covid-19,” ujarnya.  

“Kita semua harus sehat. Sebab kalau kita juga sakit, terkena covid-19, maka bagaimana kita bisa membantu  menyelamatkan orang lain?” tambahnya. 

Segala upaya kata HNW perlu dilakukan secara bersama. Baik upaya-upaya yang bersifat sosial, seperti gerakan vaksinasi dan pemberian obat-obatan, gotong royong bantu warga yang sedang isoman, maupun pemberian santunan Bantuan Sosial Tunai maupun Non Tunai. Tetapi juga upaya-upaya yang bersifat spiritual seperti berdoa dan istighotsah jangan ditinggalkan. “Sudah banyak doa dan salawat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan ulama-ulama kita. Dan ini semua sejalan dengan kepedulian FBR untuk peduli warga dan mendoakan bangsa dan rakyat serta ulama,” ujarnya. 

“Saya yakin FBR dapat membantu sesama warga dan pemerintah, dengan ikut memberikan penyuluhan, mengingatkan dan membantu warga bagaimana menghindari bahaya Covid-19 ini sesuai dengan program yang dianjurkan pemerintah di Jakarta dan direkomendasikan oleh MUI/NU/Muhammadiyah. Harapannya agar  dengan kerja sama konstruktif antara berbagai pihak maka akan lebih bisa sukses mengatasi covid-19 dan berbagai dampaknya,” pungkasnya.