Rakyat Sudah Menyerah,  Presiden Bilang  Harus Kerja Lebih Keras
Foto : presiden jokowi (ist)

Makin banyak warga dari berbagai daerah yang mengibarkan bendera putih tanda menyerah terhadap keadaan. Terutama setelah pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Di awal PPKM hotel-hotel di Garut yang tergabung dalam PHRI mengibarkan bendera putih dengan emotikon menangis. Selainn di depan hotel, bendera juga berkibar di sejumlah jalan protokol Kota Garut.

Keadaan sama dilakukan para pengusaha dan awak bus pariwisata di Pati, Jawa Tengah. Mereka menyatakan menyerah dan melakukan konvoi berkeliling karena nol pendapatan.

Selain itu juga kawasan Ampel Surabaya. Berdasarkan video yang beredar, tampak bendera-bendera putih terpasang di pinggir jalan dan di depan toko-toko yang sepi. Rental mobil di kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur juga menggelar aksi mengibarkan bendera putih. Mereka menuju monumen Arek Lancor Kota Pamekasan.  

Terdapat pula video di dari Medan yang juga terlihat bendera-bendera putih di sejumlah jalan terutama di depan warung-warung. Pedagang pelaku UMKM di Kota Padang Sumatera Barat juga sudah mengibarkan bendera putih sebagai tanda mereka tak sanggup lagi.
Para pedagang di Jalan Maioboro Yogyakarta akhirnya menyerah juga karena tidak mendapatkan penghasilan dengan berlakunya PPKM. Tidak hanya toko-toko tetapi juga pedagang kaki lima mengibarkan bendera putih.

Penutupan objek wisata di kudus menyusul PPKM benar-benar membuat masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari tempat ini tak berdaya lagi. Mereka menggelar aksi dengan mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam acara memberikan bantuan presiden produktif usaha mikro 2021 di istana mengatakan agar rakyat Indonesia bekerja lebih keras lagi. Presiden mengatakan tidak ada yang bisa memprediksi kapan Covid-19 akan berakhir. "Bapak-bapak ibu-ibu harus bekerja lebih keras lagi, tahan banting harus bertahan, selamat bekerja keras," katanya dalam tayangan Youtube.(us)