Rizal Ramli: Habis Rp 1.035 T, Hasil Nol
Foto :

Jakarta, HanTer - Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) mengatakan, solusi untuk mempercepat pemutusan mata rantai covid-19 secara efektif adalah dengan lockdown. 

“Kalau Ada varian baru muncul lagi yah lockdown lagi, Gitu Aja Kok Repot. Tapi jangan pelit sama rakyat, kasih makan yg ndak mampu!",  ujar RR, belum lama ini. 

RR mengatakan, secara random tanya sama rakyat dan pedagang kecil, "Mau ndak diam di rumah saja sebulan, diberi makanan dan obat kalau lockdown?". Jawabnya,"Mau banget bang, kapan lagi kita bisa kelonan sama bini, main sama anak2!". As simple as that-cuman ono ndak mau, pelit sama rakyat.”

“Nolong rakyat susah kok kerugian? Untuk lockdown sebulan, kasih makan 70 juta keluarga Rp1,5 juta/warga cuman Rp105T. Klo lockdown 3 bulan, hanya 315T + obat 100T. Total hanya 415 T. Dasar pelit sama rakyat! Klo oligarki, langsung kasih berbagai keringanan dan kemudahan. Payah!”

RR menyebutkan, seluruh dunia melakukan lock-down on-off dan vaksinasi. Lebih cepat mengendalikan covid. Ekonomi bisa pulih lebih cepat! Cara-cara lain yang bertele-tele, hanya gonta-ganti istilah, hanya akan membuat biaya sosial, finansial dan ekonomis berkali-kali lebih mahal! 2020: habis 1035T, hasil nol!

Menurut Menko Perekonomian era pemerintahan Gus Dur ini, Rumus mendapatkan simpati masyarakat: “Kalau Rakyat Perutnya Kenyang, Hatinya Tenang dan pikirannya gembira begitupun sebaliknya, Kalau Perutnya Kosong yah pikiran dan hatinya bisa kemana-mana dan bisa berpotensi melakukan hal hal yang tidak di inginkan," kata RR. 

Penjelasan Jokowi

Presiden Jokowi mengungkapkan alasan-alasan Indonesia tidak menerapkan lockdown di tengah pandemi Covid-19. Menurut Jokowi, Indonesia harus mengatasi masalah kesehatan namun tetap menjalankan sisi ekonomi meski secara perlahan.

"Virus Corona ini akan selesai kapan? WHO pun belum bisa memprediksi juga. Sekali lagi kita ini selalu yang kita jalankan adalah sisi kesehatannya bisa kita tangani tapi sisi ekonominya pelan-pelan harus dijalankan. Enggak bisa kita tutup lockdown seperti negara lain," kata Jokowi dalam acara Pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021, Jumat, 30 Jli 2021.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, pengertian lockdown adalah menutup akses secara total. Padahal, kata Jokowi, penerapan PPKM yang semi lockdown saja sudah menimbulkan banyak protes.