Duet Ganjar-Andhika Dimunculkan, Anies Paling Berpeluang di Pilpres 2024
Foto :

Jakarta, HanTer - Jelang perhelatan pemilihan presiden (Pilpres) 2024, sejumlah kalangan menilai pasangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa sangat potensial di Pilpres 2024. Namun, kans Gubernur Anies Baswedan disebut paling berpeluang memenangkan kontestasi yang digelar setiap lima tahunan tersebut. 

Adapun duet Ganjar dan Andika dianggap ideal karena merupakan perpaduan sipil dan militer. Namun, pengamat Komunikasi dan Politik Jamiluddin Ritonga tidak setuju untuk dipasangkan.

"Elektabilitas Ganjar relatif tinggi, sementara Andika Perkasa sangat rendah. Jadi, dilihat dari elektabilitas mereka ini masih jauh untuk dikatakan ideal," ujar Jamiluddin di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Menurutnya, dengan elektabilitas Ganjar dikisaran 15-20 persen dan Andika dibawah 1 persen, maka duet tersebut belum memiliki nilai jual yang tinggi. “Jadi, kalau duet ini memang ingin jadi rebutan partai politik, mau tidak mau Ganjar dan Andika harus meningkatkan elektabilitas,” paparnya.

Namun, untuk mencapai elektabilitas 25 persen bagi Ganjar dan 10 persen untuk Andika bukanlah perkara mudah. "Tapi mana tahu suratan tangan nantinya berpihak kepada duet Ganjar-Andika," pungkasnya. 

Dukungan JK 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut-sebut dapat memenangkan kontestasi Pilpres 2024 jika maju dengan mendapat dukungan dari Jusuf Kalla (JK).

"Kalau memang didukung Jusuf Kalla, tentu akan menambah modal politik Anies untuk memenangi Pilpres 2024," ujar Pengamat Politik Zaki Mubarak di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Namun, dukungan dari mantan presiden tersebut dianggap belum cukup memenangkan Anies pada 2024. Anies dan JK memerlukan dukungan dari pihak lain.

Pasalnya, pengaruh Jusuf Kalla terbilang minim di Pulau Jawa. "Untuk memenangi pilpres, Anies harus mendapatkan dukungan tokoh atau kekuatan politik yang punya magnet kuat di Jawa," jelasnya.

Adapun Anies yang kental dengan lingkungan tokoh muslim butuh dukungan dari elemen nasionalis. Sehingga, Anies harus bisa merangkul partai nasionalis untuk berdampingan dengan partai bercorak Islam. "Jika kedua blok itu bisa disatukan, jalan 2024 akan lebih mulus," katanya.

Ada Potensi Besar

Disisi lain, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpeluang menang dalam kontestasi Pilpres 2024. Menurutnya, Anies selalu menempati peringkat atas dalam hasil survei terkait pilpres.

"Kita melihat memang ada potensi yang sangat besar pada pak Anies (menangi Pilpres 2024, red)," kata Syaikhu di Jakarta, Senin (2/8/2021).

"Peringkat survei Anies kalau tidak kesatu, kedua, atau ketiga, ya seperti itu, dan Pak Anies selama ini selalu bersama PKS sejak jadi Gubernur DKI. Mudah-mudahan dukungan ini terus diberikan," harap Syaikhu.

Kendati demikian, kata Syaikhu, PKS juga mempertimbangkan untuk mencalonkan kader sendiri. Pertimbangan ini mengacu pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) PKS.

Diketahui bahwa, dalam sejumlah survei, nama Anies Baswedan selalu berada di posisi tiga besar capres yang disebut responden. Bahkan, hasil survei Lembaga Survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) sempat menunjukkan elektabilitas Anies berada di posisi teratas dengan perolehan 17,01 persen responden.

"Kemudian Prabowo Subianto," kata peneliti ARSC Bagus Balghi, dalam rilis surveinya beberapa waktu lalu.

Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memperoleh 14,31 persen responden. Posisi ketiga dalam survei tersebut diisi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 11,25 persen.

Berikutnya, nama Anies Baswedan berada di posisi kedua dalam survei Puspoll Indonesia. Anies memperoleh 15,4 persen responden dan berada di bawah Prabowo Subianto dengan 20,9 persen.

Kemudian, survei Litbang Kompas menyebut Anies berada di posisi kedua dengan perolehan 10 persen. Posisi teratas diduduki Prabowo Subianto dengan 16,4 persen dan Ganjar di posisi ketiga ada Ganjar dengan 7,3 persen.